Begini Cara Skimmer Kuras Saldo ATM Anda

Ilustrasi salah satu teknologi "Skimmer" yang dipasang pada mulut mesin ATM

Jakarta, PONTAS.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI akan mempercepat migrasi kartu ATM dari berteknologi Magnetic Strip menjadi Chip. Perubahan ini dilakukan demi mencegah terulangnya tindak kejahatan penggandaan data nasabah melalui kartu atau “skimming” yang marak belakangan ini.

Direktur Digital Banking dan TI BRI, Indra Utoyo, mengatakan, percepatan migrasi kartu tersebut diharapkan dapat sebanyak 30 persen dari total 60 juta keping kartu debit BRI sudah dilengkapi dengan chip.

Lalu seperti apakah cara kerja pembobolan kartu ATM dengan metode skimming?

Dilansir dari laman BankTech.com, “Skimming” adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu kredit maupun ATM/debit secara ilegal.

Artinya, skimming adalah aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban, seperti dikutip PONTAS.id, Senin (19/3/2018),

Kloning Data
BankTech.com menerangkan bahwa teknik pembobolan karu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 lalu di ATM Citibank, Woodland Hills, California.

Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer.

Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Sebagai informasi, magnetic strip adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).

Skimmer bukan satu-satunya alat yang digunakan oleh para pelaku skimming. Para pelaku biasanya juga memanfaatkan kamera pengintai (spy cam) untuk mengetahui gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM.

Namun kamera pengintai sudah jarang digunakan seiring dengan semakin canggihnya alat skimmer yang digunakan para pelaku.

Dilaporkan, kini telah beredar pula jenis skimmer yang dilengkapi dengan kemampuan membaca kode PIN kartu ATM.

Dan hebatnya lagi, skimmer jenis ini juga bisa langsung mengirimkan data-data yang didapat via SMS pada pelaku.

Alat skimmer diketahui dapat dibeli pasar-pasar gelap yang hanya diketahui oleh kalangan terbatas dengan banderol mulai dari USD 500 atau setara Rp6.750.000 (USD1 = Rp3.3500). Malah tak sedikit pula para pelaku yang sudah ahli dapat memproduksinya sendiri dengan mudah.|

Sistem Kerja Skimming
Pelaku mencari target mesin ATM yang ingin dipasangi skimmer. Kriteria yang dicari adalah mesin ATM yang tidak ada penjagaan keamanan, sepi dan tidak ada pengawasan kamera CCTV.

Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat skimmer pada mulut mesin ATM.

Melalui alat skimmer para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong.
Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya.

Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun. Umumnya data dikirimkan via SMS.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePimpin Negara Multikultural, Presiden Jokowi Dipuji PM Australia
Next articleJaksel dan Jaktim Diprediksi Diguyur Hujan Disertai Angin Siang Hingga Malam Hari Ini