Maskapai Garuda Indonesia di Tahun 2017 Merugi

Garuda Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat sepanjang tahun 2017 kerugian mencapai 213,4 juta dolar Amerika Serikat atau Rp 2,88 triliun. Dibandingkan tahun 2016, maskapai penerpangan plat merah tersebut mencatat laba sebesar 9,36 juta dolar Amerika Serikat atau Rp 126,36 miliar.

“Memang Garuda Indonesia secara full year membukukan kerugian 213,4 juta USD. Tapi kalau kita keluarkan poin tadi juga memang rugi,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Masury, Jakarta, Selasa, (27/2/18).

Akan tetapi dirinya menjelaskan kerugian terbesar perseroan dialami, pada triwulan I dan II tahun 2017. Garuda Indonesia terus berusaha agar tidak merugi di triwulan selanjutnya, sehingga pada lll dan lV tahun 2017 perseroan dapat mengantongi laba.

Pada triwulan I tahun 2017, Garuda Indonesia mencatat kerugian sebesar 99,1 juta dolar Amerika Serikat. Kerugian tersebut semakin bertambah pada triwulan ke II tahun 2017, yaitu sebesar 184,7 juta dolar Amerika Serikat.

Garuda Indonesia harus menanggung non-recurring expense dari pembayaran pajak amnesty senilai 137 juta dolar Amerika Serikat. Kemudian, membayar denda atas kasus persaingan bisnis kargo dengan Australia senilai 7,5 juta dolar Amerika Serikat.

Pada triwulan III tahun 2017, Garuda Indonesia mencatat laba yang masuk sebesar 61,9 juta dolar Amerika Serikat. Namun pada triwulan IV tahun 2017, perseroan hanya dapat menghasilkan laba senilai 8,5 juta dolar Amerika Serikat.

“Apabila penghitungan non-recurring expense pada triwulan ll 2017 tidak dimasukkan, maka kerugian perseroan adalah 67, 6 juta dolar Amerika Serikat.”

Previous articleJokowi Belum Tentukan Pengganti Buwas
Next articleProduksi Mobil Listrik Akan Dipercepat