Bulog Akui Tak Mampu Kejar Target

Kantor Perum Bulog

Jakarta, PONTAS.ID – Perum Bulog mengakui jika pihaknya tidak mampu mengejar target impor beras sebanyak 500 ribu ton. Bulog hanya bisa memasukan beras impor kurang lebih 281 ribu ton.

“Kondisi ini saya laporkan kepada pemerintah, bahwa hasil kami dapatkan hanya sekian,” kata Djarot Kusumayekti selaku Dirut Prum Bulog, Jakarta, Kamis, (22/2/18).

Djarot mengatakan masih menunggu perintah perintah selanjutnya guna menambah kuota impor atau memperpanjang waktu.

“Saya tidak dalam posisi itu. Jadi sepenuhnya kebijakan regulator,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah melakukan negosiasi dengan eksportir terkait kuota impor secara maksimal. Namun, kebijakan tersebut bersifat kondisional. Selain itu, semua jadi evaluasi dan analisis dari regulator.

“Data ini sangat dinamis, bagaimana stok pemerintah, panen yang ada, harga yang terjadi ini kan dilakukan evaluasi,” imbuhnya.

Djarot mengklaim nantinya permasalahan kuota impor yang belum terpenuhi tidak mempengaruhi harga beras. Apalagi, kebijakan impor hanya memperkuat cadangan beras pemerintah. “Impor itu kan disimpan dan nanti baru dikeluarkan setelah ada putusan dari Rakortas, kapannya ya tergantung kondisi,” jelasnya.

Previous articleDirjen Pajak dan Pertamina Teken MoU Pajak Penghasilan
Next articleKPU: 101 Perempuan Bertarung di Pilkada 2018