Jakarta, PONTAS.ID – Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rachman mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla direncanakan akan berkunjung ke Afghanistan pada 28 Februari 2018 mendatang, setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo berkunjung ke negara di Asia Selatan itu pada akhir Januari lalu.
Arief menuturkan JK akan berkunjung ke Kabul sebagai tamu kehormatan dalam acara konferensi proses perdamaian Kabul. “Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi sudah bilang bahwa Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengundang JK untuk jadi tamu khusus dalam Kabul Peace Process. JK juga sudah konfirm bersedia datang,” kata Arief selaku Duta Besar Indonesia di Afganistan, Jakarta, Kamis, (15/2/18).
Arief menyampaikan, dalam pertemuan nanti, JK kemungkinan akan mengemukakan sejumlah pengalaman Indonesia perihal resolusi dan penanganan konflik internal.
Menurut Arief, pertemuan itu merupakan salah satu upaya proses perdamaian yang diinisiasi sendiri oleh pemerintah Afghanistan tanpa ada campur tangan negara asing. Tidak hanya tokoh-tokoh serta kelompok masyarakat terkait, sebanyak 24 perwakilan negara sahabat juga akan hadir dalam acara itu. Namun, Arief mengatakan puluhan negara itu hanya akan menjadi pengamat dalam konferensi itu.
Dalam pertemuan nanti, ujarnya, pemerintah serta tokoh-tokoh internal akan berdialog mendiskusikan langkah konkret untuk merealisasikan perdamaian. “Akan ada beberapa tokoh internal dari berbagai pihak. Mereka akan membicarakan bagaimana enaknya dan komponen untuk merealisasikan proses damai yang mungkin tidak akan singkat, harus pelan-pelan,” ujarnya.
Arief berharap pertemuan ini bisa terus mendorong tercapainya rekonsiliasi internal di Afghanistan. Indonesia, menjadi salah satu negara yang ingin terus berkontribusi dalam perdamaian di Afghanistan.
















