Jakarta, PONTAS.ID – Puncak adalah sebuah obyek wisata para masyarakat yang ingin merasakan indahnya perkebunan teh dan hawa dingin pegunungan. Selama terjadi peristiwa longsor pada, Senin, (5/2/18), jalur puncak ini seperti kota mati. Puncak, Kabupaten Bogor, yang biasanya ramai di akhir pekan menjadi seperti kota mati pascalongsor. Sejumlah lokasi wisata pun sepi dari aktivitas pengunjung, seperti di kawasan Ciloto hingga Cipanas, Cianjur.
Dihimpun dari sumber Media Indonesia, sejak peristiwa tersebut kawasan wisata puncak dengan wira-wiri kendaraan terlihat sepi. Bahkan, sejumlah titik seperti sebuah kota mati. Banyak warga yang mengurungkan niatnya liburan akhir pekan ke Puncak karena takut dengan bencana longsor terulang dan juga karena masih tertutupnya akses menuju kawasan wisata tersebut.
Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Jansen Manansang mengatakan TSI kehilangan pengunjung sekitar 70 persen-80 persen. Menurutnya, ini terparah sepanjang sejarah TSI ada sejak 34 tahun lalu. “Kalau hari biasa pengunjung mencapai 7.000-10.000, minimal 5.000, tapi kemarin Jumat hanya 900 orang. Sekarang parkir saja kosong, pengunjung paling 20 persen yang datang.” kata Jansen Manansang, Jakarta, Senin, (12/2/18).
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Budi Sulistyo mengatakan, dari 300-an hotel dan tempat-tempat wisata yang ada di jalur Puncak mulai Ciawi hingga Puncak Pass, Cisarua, hampir semua mengeluh sepi pengunjung.
Menurut dia, rata-rata hotel-hotel mengalami penurunan pengunjung hingga 60 persen, sedangkan sejumlah tempat wisata mengalami penurunan dari 70 persen-80 persen . “Banyak yang meng-cancel. Alasannya, mereka ketakutan saja. Bukan karena penutupan, tapi kondisi cuaca, takut longsor kejadian lagi. Mendingan libur di rumah kali,” kata Budi.
Dia mencontohkan Taman Wisata Matahari (TWM), salah satu tempat wisata yang hari-hari sebelum longsor, selalu diserbu pengunjung. Kini, sang pengelola mengeluh. Penurunan di tempat itu drastis jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain. “TWM juga tadi mengeluh ke saya penurunannya drastis. Meski agak jauh dari lokasi longsor, tapi banyak rombongan yang meng-cancel karena alasan takut itu. Kemarin, di situ memang ada bencana banjir,” ungkapnya.
Menurut Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama, sampai pukul 13.00 WIB, kemarin, jumlah kendaraan yang keluar atau turun ke arah Bogor/Jakarta sebanyak 8.804 kendaraan, sedangkan yang masuk atau naik ke Puncak hanya 5.105 kendaraan. Kendaraan itu diduga milik warga setempat yang melakukan aktivitas sehari-hari.
















