Edy Rahmayadi Tinggalkan PSSI?

Edy Rahmayadi Ketua Umum PSSI, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Untuk menghadapi pemilhan Kepala daerah 2018, beberapa calon sudah memfokuskan diri untuk melakukan sebuah kampanye di daerahnya masing-masing, terutama yang dilakukan oleh paslon Gubernur Sumatra Utara, Letjen (Purn) Edy Rahmayadi menyatakan cuti dari jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hal ini disebabkan dirinya mengaku enggan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi, terutama saat mengikuti Pilgubsu 2018.

“PSSI ialah mandat rakyat. Untuk itu saya mengajukan cuti terhitung mulai pada saat saya dinyatakan resmi sebagai calon gubernur,” kata Letjen (Purn) Edy Rahmayadi, selaku Ketum PSSI, Jakarta, Senin, (12/2/18).

Meskipun tidak ada aturan di PSSI yang mengharuskannya cuti, dia tidak ingin mengorbankan PSSI demi kepentingan pribadi. “Begitu banyak pekerjaan PSSI. Tak mungkin saya berada di sini sedang melakukan kepentingan pribadi sehingga mengorbankan organisasi yang benar-benar mandat dari rakyat,” tegasnya.

Hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadwalkan mengumumkan kandidat calon gubernur-wagub yang lolos verifikasi dan berhak ikut dalam pertarungan Pilgubsu 2018. Edy mengungkapkan dirinya akan resmi cuti sebagai Ketum PSSI terhitung mulai hari ini hingga 31 Juni 2018.

“Jelas Wakil Ketua PSSI dan Sekjen sebagai pembantu utamanya serta para exco yang akan menggantikan posisi saya untuk sementara,” tambahnya.

Seandainya dirinya terpilih menjadi Gubernur Sumatra Utara, imbuhnya, pasti sudah tidak ada masalah karena tidak ada lagi persoalan kampanye. Tidak akan ada tuduhan yang menyatakan dirinya menggunakan jabatan apa pun demi menjadi Sumut-1, termasuk pangkatnya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang telah terlebih dahulu ditanggalkannya ketika resmi mendapat dukungan dari parpol untuk maju di Pilgub Sumut.

“Yang saya takutkan, orang bisa saja beranggapan saya menggunakan organisasi untuk kepentingan pribadi. Namun, kalau ada hal-hal yang krusial di PSSI, tetap akan minta izin kepada saya, tapi tidak bersangkutan dengan publikasi massa atau kegiatan-kegiatan kampanye di Sumatra Utara,” tukasnya.

Di Pilgub Sumut, Edy akan berpasangan dengan Musa Rajeckshah dan mendapat dukungan dari Partai Golkar, Gerindra, PKS, PAN, dan Partai NasDem. Pasangan itu akan berhadapan dengan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (PDI Perjuangan dan PPP), serta Jopianus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian (Partai Demokrat, PKB, dan PKPI).

Previous articleHalte Busway Pancoran Akan Dipindahkan?
Next articleKPK Tetapkan Bupati Marianus Tersangka Suap