Proyek Infrastruktur Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2017 mencapai 5,07 persen. Dan tercatat merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2014 silam.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ini menunjukkan dampak pembangunan infrastruktur mulai dirasakan masyarakat, “Artinya hasil pembangunan infrastruktur mulai bergulir,” papar Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Tercatat, pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01 persen, tahun 2015 sebesar 4,88 persen, dan tahun 2016 sebesar 5,03 persen.

Dari data BPS, Suhariyanto menyebut sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 adalah industri pengolahan, yakni 0,91 persen. Selain itu, disusul sektor konstruksi sebesar 0,67 persen, perdagangan 0,59 persen, dan pertanian 0,49 persen.

“Sumber pertumbuhan 3 tahun terakhir dari industri pengolahan. Kalau bisa meningkatkan pertumbuhan di industri dampaknya bisa besar, karena menyerap banyak tenaga kerja dan kontribusinya besar sekali,” sebut Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan, meski angka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 tersebut lebih rendah dari target yang dipasang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 5,2 persen, namun dia optimistis ekonomi Indonesia ke depan bisa tumbuh lebih tinggi lagi.

“Memang di bawah target 5,2 persen, tapi angka ini cukup bagus. Kita berharap pada kuartal berikutnya pertumbuhan ekonomi kita makin meningkat, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Stabilitas Rupiah
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 akan mencapai 5,1 persen.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengungkapkan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 yang tercatat sebesar 5,03 persen, Hal ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, “Tren pertumbuhan tiga tahun ini adalah pemulihan,” kata Agus di Jakarta, Jumat (2/2/2018) pekan lalu.

Tidak hanya itu, Agus menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 sejalan dengan meningkatnya ketahahan fundamental perekonomian yang tercermin dari terjaganya angka inflasi pada level 3,61 persen, surplus neraca pembayaran yang berlanjut menjadi 11 miliar dollar AS, “Dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga,” imbuhnya.

BI kata Agus, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 akan berkisar pada level 5,1 hingga 5,5 persen.

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here