Lola Amaria: Pancasila Bukan untuk Dihafal

Lola Amaria

Jakarta, PONTAS.ID – Sejarah merupakan bagian dari berdirinya sebuah negara, maka dari itu jangan lupakan sejarah. Saat ini jarang sekalian dijumpai film yang mengangkat sejarah sebuah dasar negara bangsa, ini ditunjukan oleh Aktris sekaligus Sutradara Lola Amaria tengah menggarap film baru berjudul LIMA. Film ini mengisahkan tentang lima sila dari lambang negara, yakni Pancasila.

Sutradara perempuan kelahiran 30 Juli 1977 ini bercerita, ide film tersebut berawal dari keresahannya terhadap minimnya pengamalan Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda.

“Film ini berusaha untuk mendekatkan ke sana. Kalau Pancasila itu bukan untuk dihafal, tapi bagaimana Pancasila dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang dekat dengan kita, keluarga dan tempat kerja,” kata Lola Amaria, Jakarta, Jumat, (2/2/18).

Film ini cukup unik karena melibatkan 5 sutradara yang akan menggarap sesuai plot masing-masing. Nantinya, masing-masing sutradara akan menggarap cerita sesuai dengan kelima sila Pancasila.

Kelima sutradara itu adalah Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanti Dewanto.

“Shalahuddin memegang sila pertama. Tika sila kedua. Saya sendiri sila ketiga. Harvan sila keempat. Adriyanto sila kelima. Kita memulai proses pembuatan sejak Oktober 2017,” ujar Lola.

Meski digarap lima sutradara yang memiliki latar cerita berbeda namun film LIMA berada dalam satu rangkaian cerita yang berkesinambungan.

“Project film LIMA ini yang menarik adalah suatu film utuh yang disutradari lima orang dengan lima cerita. Ini kita bilang Pancasila ya dari sila satu sampai lima, ini nggak putus di satu film, ini utuh,” kata Lola Amaria.

Film LIMA ini menceritakan kisah sebuah keluarga yang terdiri dari tiga anak dan satu pembantu. Di mana ketiga anak ini berdebat akan kematian ibunya, karena dari masing-masing mereka memiliki agama yang berbeda dengan sang ibu.

Film LIMA akan dibintangi oleh Prisia Nasution, Yoga Pratama dan beberapa pemain pendatang baru.

Previous articleSurvei LSI: Airlangga Hingga Budi Gunawan Masuk Bursa Cawapres
Next articlePresiden Tak Permasalahkan Insiden Kartu Kuning