Generasi Millenial Perlu Kurangi Kebiasaan Nongkrong, Kenapa?

Ilustrasi Rumah Hunian

Jakarta, PONTAS.ID – Persiapan dalam menyongsong masa depan yang baik adalah memiliki hunian yang bergaya sesuai dengan kaum millenial saat berada. Siapa yang tak ingin memiliki rumah sendiri tentu adalah impian setiap orang, terutama pasangan yang baru saja menikah. Pasalnya, dengan tinggal sendiri kalian bisa membuktikan kepada orangtua bahwa kamu dan pasangan bisa mandiri.

Sejumlah riset melansir sedikitnya 83 persen generasi millenial yang berpenghasilan rata-rata Rp7,5 juta per bulan tidak akan mampu memiliki rumah di Jakarta sampai kapan pun. Sementara, sekitar 17 persen sisanya hanya mampu membeli rumah bekas senilai Rp300 juta.

Hal ini dikarenakan harga properti makin melambung tiap tahunnya. Diperkirakan, peningkatan harga rumah dalam lima tahun ke depan mencapai 150 persen. Padahal, kenaikan pendapatan cuma 60 persen dalam periode yang sama.

Perencana Keuangan Tejasari Assad mengungkapkan, generasi millenial menyukai gaya hidup nongkrong atau duduk-duduk santai bersama teman-teman di kafe. Gaya hidup ini menguras kantong, apalagi jika dilakukan cukup sering. Makanya, membuat perencanaan keuangan untuk memiliki hunian setelah satu atau dua tahun bekerja menjadi patut dilakukan.

“Millenials ini penting untuk mulai mencicil hunian daripada hanya ‘nongkrong’. Kalau mulai mencicil, mereka secara tidak langsung menekan dirinya untuk punya hunian,” kata Tejasari selaku Perencana Keungan, Jakarta, Jumat, (2/2/18).

Namun, hunian seperti apa yang perlu dipilih generasi millenial?

Tejasari bilang, dalam memilih hunian tentu generasi milenial perlu menilai dari sisi kegunaan, apakah untuk ditinggali atau investasi. Kalau berniat untuk ditinggali, tentu hunian tidak cuma harus nyaman, tetapi juga memiliki akses transportasi yang baik. Misalnya, dekat dengan kawasan perkantoran tempat bekerja atau mudah dicapai oleh transportasi umum.

“Kalau bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta, tentu maunya hunian yang dekat ke kantor. Itu bisa pilih apartemen. Karena harga perumahan di pusat kota terlalu tinggi,” terang dia.

Sementara, kalau hunian yang diinginkan merupakan jenis rumah tapak, generasi millenial bisa memilih kawasan yang dekat dengan stasiun commuterline (KRL) atau dekat halte Transjakarta yang mengarah langsung ke kawasan perkantoran.

Namun, hunian tersebut lebih banyak di kawasan pinggiran Ibukota DKI Jakarta, seperti Bogor, Tangerang, Cibubur, Depok, dan Bekasi. Sebab, selain banyak perumahan baru yang dikelola pengembang, harganya juga lebih terjangkau untuk dicicil oleh generasi milenial.

Previous articleMulai Hidup Sehat dengan Pola Tidur Teratur
Next articleTrump Berencana Hidupkan Lagi Guantanamo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here