Gizi Buruk Balita Terjadi Di Jakarta Utara

Ilustrasi Gizi Buruk

Jakarta, PONTAS.ID – Dengan terjadinya gejala gizi buruk di suku asmat papua, kini bukan hanya di timur Indonesia saja, akan tetapi di Ibukota Jakarta persisnya di Jakarta Utara terlihat gejala gizi buruk usia bawah lima tahun (balita) itu terlihat. Dengan beberapa balita balita mengalami kondisi serupa. Belum lagi di wilayah Jakarta lainnya karena belum terdata. Tercatat ada 194 balita di Jakarta Utara masuk kategori gizi kurus sekali, 150 di antaranya karena asupan gizi yang kurang.

“Sebanyak 150 anak tergolong tanpa penyakit berarti asupan gizi yang kurang. Kemudian 44 anak menderita penyakit penyerta yang mengakibatkan badannya kurus,” kata M Helmi selaku Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Jakarta, Kamis, (1/2/18).

Pihaknya telah melakukan beberapa upaya seperti pemberian makanan tambahan dan vitamin. Untuk anak-anak dengan penyakit penyerta, dilakukan pengobatan agar gizi kembali meningkat.

“Peranan dan intervensi dari semua lintas sektor sangat dibutuhkan dalam penanganan gizi anak-anak seperti penyediaan air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, dan bantuan lainnya,” ujar Helmi.

Terobosan dan Inovasi Peningkatan Gizi Harus Dikembangka

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad menegaskan meningkatkan asupan gizi kepada anak-anak membutuhkan kerja sama kuat dari semua sektor.

Hal itu merupakan tantangan sehingga perlu keterlibatan dari semua pihak agar mempunyai generasi yang berkualitas pada masanya.

“Semua yang terlibat bisa terinspirasi untuk mengambil bagian dalam meningkatkan gizi anak-anak di Jakarta Utara. Forum semacam ini perlu dan sangat penting. Begitu juga dengan tindak lanjutnya, apa yang dibicarakan harus riil dan dipraktikkan walaupun dalam lingkup yang kecil,” jelas Husein Murad

Menurutnya, persoalan gizi sebagai sesuatu yang sangat penting dan monumental.

Terobosan dan inovasi terkait dengan peningkatan gizi anak-anak harus terus dikembangkan dengan melibatkan semua potensi di Jakut untuk mencegah terjadinya kasus serupa wilayah itu.

Previous articleMenpan-RB Segera Terbitkan Aturan Sanksi PNS Tak Netral di Pilkada
Next articleZumi Zola Tersangka di Surat Pencegahan KPK