Dishub Kota Bekasi Bahas Biaya Trans-Patriot

Trans Patriot Kota Bekasi, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Dengan meningkatnya moda transportasi, Pemprov Bekasi memfasilitasi kendaraan umum bagi kemudahan masyarakat kota Bekasi. Perjalanan bagi pengguna bus Trans-Patriot rencananya akan disubsidi sebesar 50 persen. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengaku masih membahas aturan pemberian subsidi tersebut. Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, terus melakukan penyelesaian administrasi operasional Bus Transpatriot di wilayah itu.

Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliani menyampaikan, pihaknya tengah membahas payung hukum untuk penyediaan subsidi pembiayaan operasional Trans-Patriot, termasuk soal subsidi tersebut. “Sedang kita bahas, sebab rencana ini baru pertama kali dilakukan Pemkot Bekasi, jadi kami betul-betul hati-hati,” kata Yayan selaku Kepala Dishub Kota Bekasi, Belasi, Kamis, (1/2/18).

Rencananya, produk hukum yang digunakan untuk mengatur subsidi ini berupa peraturan wali kota (perwal). Perwal tersebut ditargetkan selesai pada Senin (5/2/18) mendatang. Rencana subsidi sebesar 50 persen dari beban ongkos penumpang, menurutnya, bertujuan agar kehadiran Trans-Patriot bisa memantik perpindahan warga dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Tahapan operasional Trans-Patriot, diakuinya panjang. Seusai soft launching pada 27 Desember pihaknya kini telah memilih Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Mitra Patriot sebagai operator yang akan memegang kendali serta mengembangkan Trans-Patriot ke depannya.

“Pengadaan kendaraan, pul, operasional akan kami serahkan pada operator. Kalau tidak ada halangan 10 Maret mendatang sudah bisa resmi beroperasional,”ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Perhubungan Dishub Kota Bekasi Muhammad Solikhin menambahkan, pengoperasian itu masih menunggu kelengkapan teknis, sarana, dan prasarana. “Sekarang masih uji coba melihat animo warga, pengoperasiannya masih 10 Maret mendatang. Pemkot minta warga bersabar dulu,” pangkasnya.

Kehadiran bus Trans-Patriot, ujarnya, merupakan upaya mencari solusi kema-cetan akibat banyaknya pemanfaatan kendaraan pribadi di wilayah Kota Bekasi. Bus berkapasitas tampung 41 penumpang itu diproyeksikan menjadi transportasi massal pionir yang layak dan nyaman untuk warga Kota Bekasi.

Previous articleJakarta Diprediksi Hujan Sedang-Lebat Hingga Sore Ini
Next articleMenpan-RB Segera Terbitkan Aturan Sanksi PNS Tak Netral di Pilkada