Bangunan Gedung di Indonesia Harus SNI

Danis H. Sumadilaga, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah akan melakukan Standar Nasional Indonesia (SNI)yang akan bakal diterapkan pada pengerjaan kontruksi di dalam negeri. Untuk melakukan hal tersebut agar memberikan keamanan pada gedung yang ada di Indonesia, misalnya pada saat terjadinya bencana gempa bumi. Dalam, pengawasannya pemerintah bakal meminta spesifikasi terkait beban gedung serta bahan baku yang berlabel SNI 1726-2012.

“Tapi yang pasti kondisi yang ada meningkatkan awareness terhadap gempa yang bisa terjadi kapan saja bukan hanya di Jakarta,” kata Danis H. Sumadilaga selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Senin, (29/1/18).

Danis menuturkan, khusus di Jakarta harus melalui tim ahli bangunan gedung yang di atas 8 lantai. Selain itu harus melalui pengujian pada saat perencanaan melalui uji dari tim ahli gedung. “Kalau jumlah gedung banyak sekali yang bisa kita lakukan pengecekan kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada saat sosialisasi kategori pada gedung dibawah delapan lantai harus melalui pengecekan standar kuat penahan gempa. Menurut Danis, gempa tidak cuma bicara gedung yang tinggi rumah rumah juga sebagainya. “Contohnya pengalaman saya terakhir di Aceh itu rumah rumah masyarakat dan ruko yang dua lantai juga rubuh. Tapi ini kesadaran masyarakat semua memahami resiko,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here