Seorang Dokter Gimnastik Dihukum 175 Tahun

Larry Nassar Pelaku Kejahatan Seksual, (Foto:Ist)

Chicago, PONTAS.ID – Kejahatan seksual memang sangat mengerikan, setelah mendengar kesaksian dari hampir 160 korban pelecehan seksual selama sepekan, Anggota tim dokter gimnastik Amerika Serikat, Larry Nassar, menerima hukuman penjara 40 hingga 175 tahun karena terbukti menjadi predator seks. Hakim Rosemarie Aquilina menjatuhkan hukuman kepada laki-laki berusia 54 tahun itu setelah mendengar kesaksian dari hampir 160 korban.

Kyle Stephens adalah salah satu korban dokter tim olimpiade Amerika Serikat dari Michigan University itu. Ia adalah perempuan pertama yang menghubungi polisi, yang kemudian membuat Nassar ditangkap. Pada Selasa (16/1), Stephens mengaku di pengadilan bahwa Nassar pertama kali melakukan pelanggaran seksual ketika usianya masih enam tahun.

Ia bukan seorang atlet, tapi orangtua keduanya adalah teman akrab. Seperti dilaporkan BBC, suatu ketika Nassar melepas semua bajunya dan melakukan masturbasi di hadapan Stephens. Ketika ia berusia 12, Nassar menggesekkan penisnya ke kakinya. Stephens menceritakan itu kepada orangtuanya, tapi mereka tidak percaya dan menyuruhnya minta maaf kepada Nassar.

Setelah satu per satu korban Nassar bersaksi di pengadilan, Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) meminta para petinggi organisasi gimnastik Amerika Serikat untuk mengundurkan diri. Chief executive USOC, Scott Blackmun, menulis dalam sebuah surat terbuka bahwa pihaknya “sangat menyesal” dengan terungkapnya kasus ini.

Baik Michigan University, persatuan gimnastik Amerika Serikat maupun USOC ikut dituntut karena dituduh mengetahui segala perilaku buruk Nassar, tapi memilih diam saja. Aly Raisman, salah satu korban, berkata kepada Nassar ketika di pengadilan bahwa selama ini “orang-orang dewasa melindungimu”.

Pemenang medali emas pada Olimpiade 2012 dan 2016 itu melanjutkan,”Bagaimana kamu bisa tidur di malam hari? Kamu adalah orang yang dianggap ‘memimpin dalam hal perawatan para atlet’.” Nama besar lainnya yang mengaku jadi korban adalah Simon Biles.

Meski tak hadir di pengadilan, Biles yang meraih emas pada Olimpiade 2016 itu mengaku selama ini takut untuk angkat bicara. Namun, ia mengunggah sebuah catatan di akun Twitter pribadinya yang berisi rasa sedih mendalam atas apa yang terjadi padanya. “Aku juga adalah satu dari banyak penyintas yang dilecehkan secara seksual oleh Larry Nassar,” tulisnya.

Nassar sendiri sempat berkata kepada para korbannya di pengadilan bahwa ia sangat bersalah.”Apa yang aku rasakan tak sebanding dengan sakit, trauma dan destruksi emosional yang kalian alami. Tak ada kata yang bisa mendeskripsikan dalam dan luasnya penyesalanku atas apa yang terjadi,” katanya.

Meski begitu, hakim Aquilina tidak mempercayai permintaan maaf Nassar. Ia menilai hukuman penjara hingga 175 tahun itu pantas. Selain kasus kejahatan seksual ini, Nassar juga sudah dijatuhi hukuman penjara hingga 60 tahun di kasus lain di mana ia terbukti memiliki material pornografi anak.

“Ini adalah suatu kehormatan bagiku untuk bisa menghukummu karena, tuan, kamu tidak layak berjalan di luar penjara lagi. Ke manapun kamu berjalan, kerusakan akan terjadi kepada mereka yang paling rentan. Aku baru saja menandatangani perintah eksekusi kematianmu,” kata Aquilina, seperti dikutip dari The Guardian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here