Penantian Panjang, Kini Papua Punya Saham di Freeport

Penandatangan 50 Persen saham Freeport Bagi Papua, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Papua secara resmi akan mendapatkan bagian 10 persen dari total kewajiban divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada negara.Hal itu ditandai dengan penandatangan Perjanjian Pengambilan Saham Divestasi PTFI di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perjanjian ini merupakan suatu langkah strategis serta kemajuan yang signifikan terkait pengambilan saham divestasi PTFI. Ia menjelaskan bahwa, penandatanganan ini sudah terjalin kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah kabupaten Mimika bahwa setelah divestasi PTFI selesai, Pemda Papua akan mendapatkan bagian 10 persen.

“Berdasarkan perjanjian ini, Pemprov dan Pemda akan memiliki hak atas saham PTFI sebesar 10 persen sesudah divestasi,” kata Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, Jakarta, Jumat, (12/1/18).

Dia mengatakan bagian 10 persen tersebut sudah mengakomodir hak-hak dari masyarakat pemilik hak ulayat dan masyarakat yang terkena dampak permanen dari usaha PTFI.

Adapun terkait mekanisme pengambilan saham dari PTFI akan diserahkan kepada Inalum melalui mekanisme korporasi. Dia meyakini melalui mekanisme itu tidak akan mengganggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua.

“Pengambilan saham ini akan dilakukan mekanisme korporasi. Dengan demikian tidak membebani APBN dan APBD, dan bisa jadi manfaat dari holding tambang,” ujarnya.

Penandatanganan pembagian divestasi PTFI ini langsung dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Direktur Utama PT Inalum (Persero), Gubernur Papua, dan Bupati Mimika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here