Pilkada dan Pilpres Habiskan Anggaran Besar

Arief Budiman Ketua Komisi Pemilihan Umum, (Foto: Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menyatakan, penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di 171 daerah dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 30 trilyunan. Atau menjadi anggaran terbesar sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia.

“Pilkada 2018 butuh anggaran Rp. 11,9 trilyun, Pemilu 2019 sebesar Rp.12 trilyunan. Itu sudah Rp. 25 trilyunan, kalau ditotal Rp.30 trilyunan. Belum lagi anggaran dari kandidat, partai dan lainnya. Ini terbesar sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia,” kata Arief Budiman, Rabu, (3/1/18).

Mantan Ketua KPU Surabaya ini menjelaskan, jumlah personel yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat daerah dan nasional ini, cukup banyak. Terdapat 8 juta personel keamanan dari Polri maupun TNI. Partisipasi masyarakat juga ikut dilibatkan. ‎”8 juta orang personel keamanan yang diterjunkan,” ujarnya.

Arief juga menyoroti masih adanya beberapa regulasi yang belum tuntas yang nantinya jadi acuan KPU untuk membuat aturan teknis Pilkada serentak 2018 dn Pemilu 2019. Diantaranya, ambang batas pengusungan pasangan calon presiden. Lalu terkait verifikasi faktual partai politik (parpol).

Presidential Threshold atau ambang batas pengusungan calon presiden dan wakil presiden sedang di uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK), sementara verifikasi faktual parpol masih bermasalah dengan adanya sistem informasi partai politik (Sipol).

Menurut Arief, Sipol ini memang tidak diatur dalam UU Pemilu, tetapi diatur dalam Peraturan KPU atau PKPU. Tujuannya adalah agar parpol lebih mudah melengkapkan data-data administrasinya sebagai persyaratan daftar sebagai peserta pemilu. Hal ini juga yang membuat 7 parpol tidak lolos verifikasi administrasi oleh KPU, sehingga mereka menggugat ke Badan Pengawas Pemilu (Parpol). ‎”Ini juga berdampak juga pada peserta pemilu,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here