Trenggalek, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tranggalek berencana menutup pasar hewan di wilayah Trenggalek.
Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Husni Tahir Hamid menolak rencana itu. Pasalnya, hal itu bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat
“Kalau saya berpikirnya realistis saja, kalau ditutup secara total itu akhirnya perputaran ekonomi masyarakat di sektor pedagang atau blantik hewan itu bagaimana jalan keluarnya,” ungkap Husni, Rabu (3/2/2021).
Husni mengaku mendapatkan banyak keluhan dari para pedagang dan peternak dengan ditutupnya pasar hewan di Trenggalek.
“Mereka itu bertanya pada saya, bagaimana ini pak, sapi saya, mau saya jual ke mana,” kata Husni.
Menurutnya, di masa pandemi ini Pemkab Trenggalek harus hadir dengan memberikan kebijakan solutif kepada masyarakat bawah.
“Misalnya diberi sekat antara penjual dan pembeli dengan tujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar hewan,” terangnya.
Lebih lanjut, Politisi Hanura ini menyarankan Pemkab Trenggalek untuk memperketat Protokol kesehatan dengan sanksi Tegas, namun tidak menutup Pasar Hewan.
“Kalau ada orang (saat berada di pasar hewan) tidak memakai masker, ya langsung beri sanksi, jangan dibiarkan,” harap Husni.
Husni mengatakan, penutupan pasar Hewan Trenggalek sampai batas waktu yang tidak ditentukan itu sama saja dengan lock down.
“Kalau memang dilakukan penutupan secara total, beri mereka subsidi,” tegasnya.
Untuk itu, dirinya menyarankan agar Pemkab Trenggalek mengkaji kembali kebijakan penutupan pasar hewan.
“Kami menyarankan agar pemkab tidak menutup pasar hewan, melainkan memperketat protokol kesehatan,” pungkasnya.
Penulis: Ag/Sae
Editor: Luki Herdian



























