Tebingtinggi, PONTAS.ID – Banjir kembali menerjang ribuan rumah di lima kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Tingginya curah hujan mengakibatkan meluapnya Sungai Padang yang berasal dari hulu Kabupaten Simalungun.
Informasi yang didapat wartawan, air mulai memasuki pemukiman warga pada Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dari sejumlah titik, lokasi banjir paling parah terjadi di Kecamatan Bajenis, Rambutan dan Kecamatan Tebingtinggi kota.
Ketinggian air yang merendam permukiman penduduk mencapai satu meter lebih di beberapa lokasi, seperti Kelurahan Bulian, Bandar Utama, Badak Bejuang, Bandar Sakti, Sri Padang, dan Kelurahan Tanjung Marulak.
Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana Daerah (BNPBD) Kota Tebingtinggi, Wahid Sitorus, mengungkapkan luapan Sungai Padang berasal dari hulu di Kabupaten Simalungun, “Air tersebut berasal dari hulu, Kabupaten Simalungun,” kata Wahid saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Bulian.
Sementara, Camat Bajenis, Dira Astama, di lokasi Perumahan Purnawirawan BTN ABRI, Kelurahan Bulian, membenarkan awal banjir pada subuh tadi, Air mulai memasuki pemukiman subuh tadi,” kata Camat.
Sehari sebelumnya, ribuan rumah di lima Kecamatan Kota Tebingtinggi juga terendam banjir disebabkan luapan sungai Padang, pada Jumat (27/11/2020) pagi.
Lokasi paling parah terendam banjir dengan ketinggian air yang hampir mencapai satu meter merendam permukiman penduduk berada di daerah Kelurahan Bandar Utam dan Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota.
Menurut informasi dari beberapa warga, air sungai Padang meluap yang berasal dari hulu dan mulai memasuki rumah permukiman warga, terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari tadi.
Lima kecamatan yang berada di kota Tebingtinggi yang terendam banjir yaitu Kecamatan Bajenis, Rambutan, Padang Hulu, Tebingtinggi Kota dan sebagian Kecamatan Padang Hilir.
Kini warga yang rumahnya terendam banjir, masih berada di tenda tenda tempat pengungsian yang disiapkan pihak lingkungan dan Kelurahan masing masing.
Menurut Erwan (40) dan Zulpan (63), warga yang rumahnya terendam banjir, penyebab banjir karena tingginya curah hujan beberapa hari ini, “Sehingga air sungai Padang yang berasal dari hulu Kabupaten Simalungun, meluap dan masuk ke permukiman rumah rumah penduduk,” sebut Erwan.
Penulis: David Simanjuntak
Editor: Pahala Simanjuntak




























