Perkuat Petani Jagung, Pupuk Indonesia Gencarkan Agro Solution

PT Pupuk Indonesia (Persero) implementasikan program Agro Solution untuk komoditas jagung di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat

Jakarta, PONTAS.ID – PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak usahanya PT Pupuk Kaltim mengimplementasikan program Agro Solution untuk komoditas jagung di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari BUMN, Pemerintah Pusat, Daerah maupun swasta.

“Program ini akan diikuti oleh 163 petani dengan total luasan sebesar 222 hektar. Semoga hasil penanaman di Dompu akan meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani,” Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Nugroho Christijanto, seperti dikutip dari laman Kementerian BUMN, Senin (9/11/2020).

Masing-masing pemangku kepentingan kata Nugroho, memegang peranan penting dalam siklus langkah Agro Solution, antara lain Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Pemprov NTB, Bank BNI, BUMDes Bersama (BUMDesma) Karawisama, pihak swasta selaku off taker, dan Asuransi Jasindo.

Dengan meningkatnya produktifitas, Nugroho berharap program ini dapat mensejahterakan petani dan meningkatkan daya beli petani.

“Bila daya beli sudah baik, maka petani akan mempunyai kemampuan membeli pupuk non subsidi, yang pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi dan mengurangi beban subsidi Pemerintah,” jelas dia.

Nugroho mencontohkan, dalam panen Agro Solution yang dilakukan di Jember, terdapat peningkatan hasil panen padi dari semula rata-rata 6 ton menjadi 9,7 ton per hektar.

“Kami optimis peningkatan produktifitas tersebut juga akan terjadi pada pertanian jagung di Dompu. Sehingga dapat meningkatkan keuntungan petani di Dompu,” kata dia.

Terlebih, kata dia, komoditas Jagung merupakan komoditas unggulan Kabupaten Dompu. “Luasan panen Jagung di Dompu pun tercatat terus mengalami perkembangan. Bahkan hasilnya telah diekspor hingga ke Filipina,” terangnya.

Fokus BUMDes
Dalam kesempatan itu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengapresiasi hadirnya program Agro Solution ini. Menurutnya, ini sejalan dengan upayanya mendorong Kepala Daerah agar dapat mengasuransikan para petani.

“Berterimakasih dengan program ini. Apalagi telah terbukti bahwa sektor pertanian adalah sektor yang paling tangguh hari ini. Ini adalah salah satu bagian penting untuk membangun kekuatan kita di sektor pertanian. Berharap ke depan kemandirian pangan bisa diwujudkan,” kata dia.

Mendes mengaku memiliki fokus besar pada peranan BUMDes dalam siklus Agro Solution Pupuk Indonesia Grup ini. Sebab, dengan keterlibatan BUMDes dalam program ini, maka perekonomian desa pun akan turut terdongkrak.

“Yang kita dorong adalah BUMDes Bersama karena akan memperkuat keberadaan ekonomi desa. Bisa juga gabungan BUMDes dari beberapa desa. Peranannya sekaligus mengelola keuangan untuk petani sehingga keuangan petani bisa ditangani,” ujarnya.

Hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Dompu Arifudin, SEVP Pupuk Kaltim Meizar Effendi, serta jajaran Muspida Kabupaten Dompu.

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleBangun Gardu Marunda, PLN Pakai Lahan TNI AL
Next articleAwas! Abaikan Protokol Kesehatan, Pasar Lontar Rawan Corona