Jakarta, PONTAS.ID – Asia Pacific Women’s Coalition for AlQuds and Palestina bersama 10 ormas dan 2 lembaga perempuan Indonesia mendukung sikap tegas pemerintah Indonesia yang menentang upaya perampasan Tepi Barat, dan menolak upaya yang merupakan legalisasi penjajahan zionis Israel.
Hal ini disampaikan Ketua Adara Relief International bersama Asia Pacific Women’s Coalition for AlQuds and Palestin , Nurjanah Hulwani dalam seminar bertajuk “Tolak Perampasan Tepi Barat”, Minggu (21/6/2020).
Menurut Nurjanah, Perampasan Tepi Barat akan menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia di Palestina terhadap masyarakat sipil terutama perempuan dan anak-anak.
Apalagi, Perampasan Tepi Barat merupakan kelanjutan dari pengejawantahan The Deal of Century dengan salah satu tujuan utamanya menghapus hak kembali para pengungsi Palestina ke tanah airnya.
Karena itu, Perampasan Tepi Barat adalah cita-cita penjajah zionis Israel untuk menyita seluruh tanah Palestina dan memusnahkan bangsa Palestina.
Ditambah lagi, proses normalisasi telah terjadi hingga tingkat yang mengkhawatirkan di mana rezim zionis mendapat dukungan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Oman hingga membuat Palestina kehilangan banyak dukungan.
“Dengan dikuasainya wilayah Tepi Barat, proses yahudisasi akan semakin mendapat legalitas dan kekuatan, terutama di wilayah Al Quds (Baitul Maqdis) yang kini diklaim sebagai ibukota Israel. Penghancuran rumah-rumah, penerapan pajak yang sangat tinggi, dan tindakan-tidakan lain dilakukan untuk membuat hidup di Baitul Maqdis menjadi mustahil bagi rakyat Palestina: laki-laki, perempuan, orang tua dan bahkan anak-anak tidak luput dari penangkapan, penyiksaan dan bahkan pembunuhan,” tegas Nurjanah.
Karena itu, Ia pun menyerukan kepada pemerintah Indonesi untuk meneruskan dukungan kepada bangsa Palestina dan mengecam semua bentuk penjajahan Israel terhadap Palestina.
“Kepada masyarakat di wilayah Asia Pasifik untuk bersama-sama melakukan sikap penolakan yang nyata terhadap upaya perampasan Tepi Barat,” ujar Nurjanah.
Disisi lain, ia berharap dunia internasional untuk mengambil langkah-langkah ekonomi yang keras terhadap Israel jika upaya perampasan tanah Palestina terus terjadi.
“Kepada dunia internasional untuk menekan Amerika Serikat, satu-satunya negara yang secara resmi mendukung perampasan wilayah Tepi Barat yang telah diduduki zionis dengan membangun perumahan ilegal bagi penduduk Yahudi di wilayah tersebut,” terang Nurjanah.
Selain itu Nurjanah mengatakan pihaknya siap mengintensifkan gerakan Sanksi Divestasi Boikot (BDS) di seluruh dunia.Terlebih, kepada otoritas Palestina untuk memperbaiki kegagalan mereka menyatukan Palestina.
“Kepada masyarakat sipil di seluruh dunia untuk terus menyuarakan perjuangan Palestina untuk kebebasan, keadilan dan hak untuk kembali ke tanah leluhur mereka,” tandasnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Pahala Simanjuntak




























