Ini Empat Isu yang Diangkat di Aksi Mujahid 212

Ilustrasi aksi massa alumni 212 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta, PONTAS.ID – Hari ini, Sabtu (28/9/2018), sejumlah gabungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam akan menggelar Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI. Adapun, kegiatan itu diikuti sejumlah gabungan organisasi masyarakat (ormas) Islam. Kegiatan itu digelar untuk mendorong terciptanya perubahan Indonesia lebih baik.

Ketua Panitia Aksi Mujahid 212, Ustaz Edy Mulyadi, mengatakan, aksi ini diharapkan akan menberikan konstribus terhadap perubahan bangsa Indonesia agar lebih baik.

“Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia manjadi lebih baik,” kata Edy, kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019).

“Dengan semangat Mujahid 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Aksi Mujahid 212 untuk selamatkan NKRI,” tambahnya.

Edy kemudian menuturkan empat isu yang akan diangkat Mujahid 212. Salah satunya mengenai sikap aparat yang dinilainya represif saat menghadapi demo mahasiswa.

“Pertama, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia,” kata Edy.

Kedua, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini. Dia mengatakan, aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando itu pun berakhir ricuh dan berujung diamankannya ratusan pelajar oleh aparat.

“Ketiga, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut,” tukasna.

Keempat, masalah bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang tidak ditangani cepat oleh pemerintah telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita ISPA hingga merenggut korban jiwa.

“Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. singkat kata, pemerintah telah gagal,” tuntas Edy.

Penulis: Ririe

Editor: Idul HM

 

Previous articleIni Rekayasa Lalu Lintas Selama Aksi Mujahid 212
Next articleAnugerahkan Subroto Award, Jonan Ingatkan Stakeholder untuk Berbagi