Program 35.000 MW, Pembangunan PLTU Cirebon II Capai 61 Persen

Dua petugas satpam berada di dekat instalasi PLTU Cirebon yang menghasikan 1 x 660 Mega Watt, di Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Antara/Yudhi Mathama)

Jakarta, PONTAS.ID – Cirebon Power, perusahaan independen power producer (IPP) terus mengoptimalkan pembangunan PLTU Cirebon 2 1.000 MW yang merupakan bagian dari program 35.000 MW. Pembangunan proyek tersebut kini sudah mencapai 61%.

“Konsentrasi kami saat ini pada pekerjaan konstruksi fisik, dan manufacturing beberapa fasilitas utama pembangkit,” kata Presiden Direktur Cirebon Power, Hisahiro Takeuchi, di Jakarta, Senin(16/9/2019).

Hisahiro melanjutkan, hingga saat ini tidak ada kendala yang menghambat pembangunan tersebut. Dia pun berharap, semua pihak terkait ikut mensukseskan pembangunan tersebut sehingga pembangunan PLTU itu bisa beroperasi atau commercial operational date/COD pada tahun 2022, sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

“Semuanya berjalan dengan optimal, untuk memenuhi target operasional atau COD pada tahun 2022,” jelas Hisahiro.

PLTU Cirebon 2 menggunakan teknologi batubara ramah lingkungan dengan teknologi ultra super critical. Dengan teknologi itu, PLTU Cirebon Unit II disebut bisa meningkatkan efisiensi hingga 40% untuk membakar batubara kalori 4.000-4.600 kcal/kg. Nantinya, pembangkit dengan nilai investasi sebesar US$ 2,1 miliar ini akan mengkonsumsi sekitar 3,5 juta ton batubara dalam setahun.

Cirebon Electric Power merupakan konsorsium yang meliputi lima perusahaan. PT Marubeni memiliki saham mayoritas sebesar 35% dan PT Indika Energy sebesar 25%. Kemudian, Samtan Ltd sebesar 20%, Korea Midland Power Co., Ltd sebesar 10%, dan Jera Power sebesar 10%

Pada pembangkit pertama yang sudah beroperasi, PLTU Cirebon 660 MW,  Cirebon Power menggunakan teknologi ramah lingkungan super cricital (SC) sejak 2012.

Lebih lanjut, Hisahiro mengatakan Cirebon Power adalah perusahan yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. Cirebon Power juga mengincar pembangunan energi baru terbarukan (EBT). Selain ramah lingkungan, EBT merupakan kebutuhan dan peluang di masa depan.

Hisahiro mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki PLTS, karena mempuntai lahan yang cukup. Menurutnya, EBT adalah masa depan pasti dan akan menjadi kebutuhan global.

“Kami juga mulai melakukan studi dan kajian untuk menjajaki peluang EBT. Apalagi kami memiliki lahan yang cukup luas dan memungkinkan untuk dikembangkan,” tuturnya.

Perusahaan juga menjalankan program pelestarian lingkungan yang dinamakan “A Harmony of Advance Technology and Green Commitment for Sustainable Environment”.

Cirebon Power terbukti menjaga pelestarian lingkungan dengan meraih banyak penghargaan di dalam maupun luar negeri. Pekan lalu, Cirebon Power mendapatkan penghargaan ASEAN Engineering Achiement  Award pada acara CAFEO37.

CAFEO37 Indonesia adalah perayaan atas pencapaian dan kontribusi para insinyur ASEAN, dalam mendorong percepatan pertumbuhan kawasan.

Peran para insinyur ASEAN sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ASEAN. Terutama melalui pembangunan dan meningkatkan konektivitas, yang memperluas pemerataan dan kemakmuran.

CAFEO37 adalah kesempatan luar biasa untuk mengumpulkan para pemikir hebat ASEAN untuk terhubung, bertukar pengetahuan, berbagi ide, dane menemukan solusi. Tujuannya meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di ASEAN dan setiap negara.

Penghargaan itu bukan pertama kali diraih Cirebon Power terkait pelestarian dan menjaga lingkungan. Tahun lalu, dalam CAFEO36 di Singapura, Cirebon Power juga mendapatkan penghargaan tentang lingkungan. Cirebon Power juga menerima Indonesia Best Electricity Award (IBEA) sebagai perusahaan yang paling peduli dengan kelestarian lingkungan.

Hisahiro menekankan berbagai penghargaan menjadi verifikasi atas komitmen dan konsistensi Cirebon Power. Terutama dalam menerapkan program pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan di kawasan pembangkit.

“ASEAN mengapresiasi engineering achievement di bidang pemeliharaan lingkungan. Ini adalah bukti nyata. Kami terus meningkatkan upaya tersebut ,” tuntas Hisahiro.

Penulis: Ririe

Editor: Idul HM

Previous articleSoekirman Lepas PS Sergai ke Suratin U-17
Next articleAda Serangan Drone ke Aramco, Pertamina Jamin Pasokan Minyak Aman