Miliki 7.000 SPLU, PLN: ‘Ngecas’ Mobil Listrik Lebih Murah daripada Beli Bensin

Ilustrasi Mobil Listrik

Jakarta, PONTAS.ID – PT PLN (Persero) mengaku mendukung rencana pemerintah dalam mengembangkan program mobil listrik. Salah satunya adalah memberikan suplai terhadap kendaraan tersebut.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto W.S, mengklaim, pihaknya telah memiliki 7.000 charging station atau stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di 3.000 daerah di Indonesia yang bisa digunakan untuk menyuplai daya kendaraan listrik.

“Kehadiran fast charging akan mendorong masifnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Kita pasang sampai Oktober. Nanti ada beberapa showcase, kemudian nanti kita kembangkan skema bisnis dengan pihak ketiga dalam mengembangkan fast charging seperti bisnis pompa bensin,” papar Haryanto, saat penyelenggaraan Finish Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional di PLN UID Jakarta Raya, Selasa (3/9/2019).

Lebih jauh, ia menyebut, harga pengisian fast charging lebih murah dibanding tarif membeli bahan bakar bensin.

“Jadi, harga (pengisian) fast charging harus lebih murah daripada bensin,” ujar Haryanto.

Ia melanjutkan, saat ini, PLN mematok tarif isi daya kendaraan listrik sebesar Rp1.640 per kWh. Di mana berdasarkan pengalaman uji coba kendaraan listrik bersama mahasiswa ITS untuk pengisian 4 kWh mampu bertahan hingga 1 jam pemakaian.

“Tarif pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) normal maupun di station fast charging sama tidak ada perbedaan. Rp1.400 (per kWh) khusus malam hari,” bebernya.

Penulis: Andriyani
Editor: Riana

Previous articleKisruh Anggaran Penertiban di Tanjung Priok, Itbanko: Belum Terserap
Next articleAda Informasi Pemadam Listrik di Jakarta, Ini Kata PLN