Kementan Minta Industri Pembibitan Kurangi Produksi DOC 30%

Bibit Ayam Ras

Jakarta, PONTAS.ID – Anjloknya harga ayam Hidup saat ini yang diakibatkan kelebihan produksi atau Oversupply ayam ras broiler yang berdampak pada harga Ayam Hidup (livebird), ditanggapi serius oleh Pemerintah dan lembaga sektor lainya.

Dengan alasan melakukan stabilisasi harga, kementarian Pertanian memerintahkan industri pembibitan mengurangi produksi pengurangan Produksi Day old chicken Final Stock (DOC FS) ayam ras pedaging hingga 30 persen.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan per Tanggal 27 Juni 2019 ini, pengurangan produksi dilakukan dengan penarikan telur tetas umur 19 hari 30% telur tetas fertile dari dalam mesin tetas ( hatcher), yang harus dilaksanakan mulai tanggal 28 juni-12 juli 2019.

Pengurangan produksi yang diatur melalui Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan ini, sesuai dengan peraturan Menteri Pertanian Nomor 32/permentan/PK.230/09/2019 tentang penyedian, peredaran dan pengawasan aham ras dan telur komsumsi.

Adapun surat edaran ini dibuat melalui pertimbangan hasil rapat komisi ahli perunggasan tentang analisa kondisi perunggasan yang dihadiri Tim Analisa, Tim asistensi, Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) ,Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia), Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), satgas Pangan, Peternak mandiri dan Peternak Rakyat dan Peternakan Mandiri (PRPM).

Penulis: Hartono
Editor: Idul HM
Previous articleBlue Bird Minta Pemerintah Segera Terbitkan Perpres Listrik
Next articleMenpar Berharap Ajang BBTF 2019 Bisa Mendunia