Medan, PONTAS.ID – Untuk kesekian kalinya, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus. Letusan dengan tinggi kolom cukup tinggi hingga mencapai 7 Km, Minggu (9/6/2019) pukul 16.29 WIB.
“Letusan disertai suara gemuruh dan awan panas ke arah Tenggara 3,5 km dan Selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Sinabung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (9/6/2019) sore.
Saat ini, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) kata Sutopo menetapkan status gunung Sinabung tetap Siaga (level III) dengan rekomendasi:
- Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 Km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur, dan 4 Km untuk sektor timur-utara.
- Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
- Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar waspada terhadap banjir lahan hujan.
Sutopo menjelaskan, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi ± 9 menit 17 detik.
“Laporan Pusdalops BPBD Karo menyatakan tidak ada koran jiwa. Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung, sehingga sudah paham perilaku erupsi dan tidak panik melihat letusan,” kata Sutopo.























