Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dwisuryo Indroyono Soesilo mengatakan bahwa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tengah gencar mengembangkan potensi bawah laut sebagai destinasi wisata.
Hal tersebut, jelas dia, dilakukan setelah Provinsi Sulut ditetapkan sebagai ‘rising star’ pariwisata Indonesia. Saat Workshop ‘Pengembangan Wisata Selam di Manado’, Dwisuryo mengatakan Sulut bagaikan ‘bintang yang bersinar’ di dunia pariwisata.
Hal tersebut, katanya dibuktikan dengan semakin banyaknya event internasional yang terselenggara di Kota Manado. Antara lain yakni seperti World Ocean Conference (WOC) yang mempertemukan 48 negara.
“Dan menghasilkan Manado Ocean Declaration, CTI Summit yang dihadiri oleh 6 Presiden, serta Sail Bunaken di 2009 yang memecahkan 2 rekor dunia Guiness Book of Record,” kata Dwisuryo dalam siaran pers Kemenpar yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (23/5/2019).
Banyaknya penyelengaraan event internasional membuat jumlah kunjungan di Provinsi Sulut mengalami peningkatan. Pada 2018, terdapat sekitar 120 ribu kunjungan, dan 90 persen dari kunjungan tersebut berasal dari wisatawan asal Negara China.
“Tingkat kunjungan wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia meningkat setiap tahunnya dengan adanya charter flight Lion Air ke Manado,” ujar Dwisuryo.
Sejak 2017 hingga 2018, lanjut dia, pertumbuhan turis China mencapai 200 persen dengan rata-rata belanja 1000 dolar AS per kunjungan dengan lama kunjungan 4-6 hari. Umumnya, mereka adalah profesional muda yang lebih suka bermalam di hotel berbintang dan berkelompok.
Sebanyak 53 persen dari mereka lebih menyukai wisata alam, terutama laut, pantai, wisata dari pulau ke pulau. Dia juga menyebut, jumlah itu berkat anugerah keindahan alam yang ada di Sulawesi Utara. Bahkan Dive Magazine telah memberikan penghargaan kepada Indonesia sebagai destinasi wisata diving terbaik di dunia.
Dari 10 resort dan spa, 4 diantaranya berasal dari Sulawesi Utara, yaitu Siladen Resort and Spa Indonesia (berada di urutan pertama), Bunaken Oasis Resort and Spa (berada di urutan kedua), Lembeh Resort Indonesia (berada di urutan keempat), dan Nad Lembeh Indonesia (berada di urutan ketujuh).
“Untuk itu, Pemda Sulut agar terus aktif memperluas pasar wisata selam ke mancanegara. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membuka penerbangan langsung dari Jepang untuk meningkatkan kunjungan wisman dari Jepang serta dari West Coast, Amerika Serikat,” tukas Dwisuryo.
Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian



























