ITPC Jeddah Gencarkan Kampanye Cinta Produk Indonesia

Jeddah, PONTAS.ID – Dalam rangka mengajak masyarakat Indonesia yang tinggal di Arab Saudi agar tetap menggunakan produk Indonesia, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggencarkan Kampanye Cinta Produk Indonesia.

Konsul Jenderal RI, M. Hery Saripudin mengatakan bahwa kegiatan itu dilaksanakan pada di Balai Nusantara KJRI Jeddah, Arab Saudi. Kampanye dihadiri lebih dari 400 warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri atas tokoh masyarakat, dosen, mahasiswa, hingga pegawai bank.

Kemudian ada pula organisasi masyarakat, asisten rumah tangga, importir produk Indonesia, serta para pekerja di Organization Islamic Cooperation, Islamic Development Bank, Perusahaan Abdul Latif Jamil Toyota, pabrik Indomie Pinehill, dan rumah sakit di wilayah Jeddah, Makkah, dan Madinah.

“ITPC dan KJRI Jeddah juga berkoordinasi dengan PF-Pensosbud, guna melakukan pendekatan kepada pengusaha Arab Saudi yang akan melakukan misi pembelian ke Indonesia,” kata Hery dalam siaran pers Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (16/10/2018).

Pendekatan tersebut, ungkap Hery, dilakukan dengan memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia melalui program khusus yang menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipakai saat berbisnis di Arab Saudi.

Kepala ITPC Jeddah, Gunawan yang hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa saat ini Indonesia banyak mengimpor produk minyak dan gas bumi (migas) dari Arab Saudi. Sedangkan yang diekspor antara lain produk-produk mobil Toyota, ban, kertas, pakaian, obat-obatan, makanan dan minuman (mamin), serta perikanan.

“Ekspor produk Indonesia harus terus dipromosikan. Untuk itu, sudah menjadi tugas seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Arab Saudi agar menjadi Duta Promosi Indonesia,” ujar Gunawan.

Duta Promosi Indonesia, lanjut Gunawan, bertugas melakukan edukasi kepada diri sendiri, keluarga, sahabat, kolega, atasan, dan hubungan dengan masyarakat Arab Saudi, serta untuk terus mempromosikan produk Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagai contoh, pelajar dan mahasiswa dapat mempromosikan produk Indonesia melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Hal ini tepat dilakukan oleh kaum milenial karena pada tahun 2018 diperkirakan jumlah pengguna internet di Arab Saudi melebihi 57 persen.

Sedangkan bagi asisten rumah tangga, keahliannya dalam memasak dan menyajikan makanan dapat membuat masyarakat Arab Saudi menyukai masakan Indonesia.

“Asisten rumah tangga merupakan ujung tombak dalam promosi produk Indonesia di Arab Saudi. Terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat Arab Saudi yang mengonsumsi produk mi instan dan berinvestasi untuk membangun pabrik di sini,” tambah Gunawan.

Aplikasi KIOS

Di samping itu, ITPC dan KJRI Jeddah juga telah mengembangkan aplikasi KJRI Integrated Online Services (KIOS), yaitu sebuah aplikasi di telepon genggam yang berperan sebagai niaga elektronik (e-commerce). Aplikasi ini berguna untuk mempercepat komunikasi antara ekportir dan importir yang belum terjangkau oleh perwakilan Indonesia di Jeddah.

Melalui sistem komunikasi baru ini, ITPC dan KJRI Jeddah berperan sebagai verifikator dokumen perusahaan importir untuk melakukan pengecekan dokumen di Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Arab Saudi, Ministry of Trade and Investment Arab Saudi, Saudi Arabian General Investment Agency (SAGIA), dan badan zakat di Arab Saudi.

Tujuannya, untuk memastikan bahwa perusahaan importir merupakan perusahaan yang kredibel.

“Importir juga dapat meminta kepada kami untuk memverifikasi dokumen importir berupa SIUP, TDP, dan dokumen lainnya di Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, atau dinas lainnya yang membidangi urusan perdagangan,” tutur Gunawan.

Kampanye Konsumen Cerdas

ITPC dan KJRI Jeddah juga melakukan kampanye menjadi konsumen cerdas. Para WNI diimbau untuk dapat menjadi konsumen cerdas dengan mengenali ketentuan produk-produk Indonesia.

Misalnya, mengetahui bahwa setiap produk harus memiliki ketentuan seperti label bertuliskan produk Indonesia, nomor registerasi Badan POM Indonesia, logo MUI dan nomor REG LPPOM MUI, serta logo SNI.

“Sedangkan untuk menjamin keamanan produk mamin dan obat-obatan Arab Saudi, masyarakat Indonesia juga perlu mengetahui bahwa produk tersebut harus terdaftar di Saudi Food and Drug Authority dan mengenal logo Saudi Accreditation and Standardization Organization (SASO) yang tertera di kemasan produk,” pungkas Gunawan.

Editor: Risman Septian

Previous articleDPR Minta Lapangan Tembak Dipindahkan dari Keramaian
Next articleLayani Semua Kalangan, Jokowi Dorong Peningkatan Fasilitas Difabel