Pemerintah Diminta Terbuka, Isu BBM Tak Cukup Diredam Imbauan

Sari Yuliati
Sari Yuliati

JAKARTA, PONTAS.ID — Wakil Ketua DPR Sari Yuliati meminta publik tidak panik di tengah isu beredar soal potensi gejolak bahan bakar minyak (BBM).

Sari menegaskan, komunikasi dengan pemerintah menunjukkan komitmen Prabowo Subianto untuk terus memantau dan menjaga ketersediaan BBM. Ia juga memastikan belum ada keputusan terkait penyesuaian harga, baik subsidi maupun non-subsidi.

“Pemerintah saat ini masih fokus menjaga stabilitas. Soal sampai kapan, tentu pemerintah yang memahami,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Sari juga menyebut stok BBM nasional dalam kondisi cukup. Namun, tanpa transparansi data yang rinci dan terukur, klaim tersebut berpotensi memicu spekulasi baru di lapangan. Minimnya keterbukaan justru dapat memperlebar jarak antara narasi pemerintah dan realitas yang dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, DPR sebagai lembaga pengawas dinilai tidak cukup hanya menjadi corong penenang. Publik menunggu sikap yang lebih tegas: mendorong pemerintah membuka data cadangan energi secara berkala, memastikan distribusi tepat sasaran, serta menjamin tidak ada ruang bagi praktik penimbunan dan spekulasi pasar.

Jika tidak, imbauan untuk tidak panik berisiko kehilangan legitimasi—bahkan bisa dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah sendiri belum sepenuhnya mampu memberikan kepastian.

 

Previous articleMPR Berlakukan Empat Hari Kerja dan Matikan Lampu Jam 18.00 WIB
Next articleLestari Moerdijat: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan