Perkuat Wawasan, PWI Jaya Gelar OKK Angkatan ke-15

Foto bersama usai gelaran OKK PWI Jaya, di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024) //Foto: PONTAS.id

Jakarta, PONTAS.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Raya kembali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK). Kegiatan yang merupakan angkatan ke-15 ini dilaksanakan di Lt.9, Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024) siang.

“Terdapat tiga ribu lebih yang berstatus anggota biasa yang tidak memperpanjang keanggotaannya sebagai anggota PWI,” jelas Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo saat membuka kegiatan OKK itu.

Saat ini lanjut Kesit, hanya tersisa 400 anggota biasa di PWI Jaya. Dengan kegiatan orientasi kali ini, menjadi langkah awal bagi wartawan untuk menjadi anggota muda sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) PWI.

“Status anggota muda kemudian dapat ditingkatkan menjadi anggota biasa dengan memenuhi syarat yang diatur dalam PD PRT,” kata Kesit.

Dalam kegiatan OKK kali ini, PWI Jaya menghadirkan narasumber kompeten memaparkan materi yang dibutuhkan, salah satunya Wakil Ketua Bidang Pembelaan PWI Jaya, Arman Suparman.

Arman memaparkan pasal-pasal PD PRT di buku Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia, yang mana buku tersebut adalah Hasil Kongres XXV PWI di Bandung pada tahun 2023.

Selanjutnya, Narasumber ke-2, Retno Intani yang pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas TVRI, memaparkan Kode Etik Jurnalistik kepada calon anggota PWI Muda.

Retno mengatakan, bahwa sebagai wartawan yang memiliki hak mencari dan menyebarluaskan produk jurnalistik harus memiliki Kode Etik dalam menjalankan tugas pers.

“Dalam UU no 40 tahun 1999 tentang pers, wartawan memiliki dan menaati kode etik,” katanya.

Narasumber selanjutnya, Aat Surya Safaat menyampaikan materi dengan tema ‘Kiat Menulis Cepat, Menarik dan Bermanfaat’.

Dirinya memberikan trik-trik dalam menulis berita yang benar untuk dijadikan produk jurnalistik. “Dalam berita harus ada unsur idealisme,” ujarnya.

Sebagai informasi, peserta OKK diberikan hak bertanya kepada setiap narasumber.

Penulis: Fajar Virgyawan Cahya
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleTindak Lanjuti Sengketa Tambang dan Perkebunan, BAP DPD Panggil Dua Kementerian
Next articleTerapkan SPBE, Pemkot:Bandung Kebut Sinkronisasi 300-an Aplikasi