Jakarta, PONTAS.ID – Sayyidah Aisyah radlhiyallahu anha pernah menyebutkan bahwa ketika menyambut datangnya bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW selalu mengintensifkan frekuensi ibadah sunnah puasanya di bulan syakban.
Pernyataan itu disampaikan K.H Ali Hardi Demak saat mengisi khutbah Jumat di Masjid Asy-Syafaqoh, Komplek DPR RI Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (24/2/2022).
“Nabi saja meningkatkan ibadah puasa sunnahnya Di bulan sya’ban. Di sinilah kita bisa memperbanyak ibadah dalam menyambut Ramadhan,” ajaknya.
Di kesempatan ini, K.H Ali Hardi Demak yang merupakan Politisi di Zaman SBY-Kalla mengupas sisi lain ibadah Puasa di bulan Ramadhan, Puasa menjadi ritual dalam menjalankan perintah Allah SWT. Menurutnya, berpuasa memiliki sejumlah dampak baik bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
“Ketika berpuasa dalam bulan Ramadhan, di siang hari kita bekerja, metabolisme tubuh akan menggunakan lemak untuk dicerna menjadi kekuatan,” ujarnya.
Manfaat puasa untuk kesehatan tubuh ini telah dibuktikan oleh banyak hasil penelitian. Bahkan, di Jerman, ada dokter yang menerapkan puasa kepada pasiennya karena disinyalir bisa membantu pengobatan penyakit ringan hingga akut. “Ada 2500 pasien diobati hanya dengan berpuasa. Itu sisi lain dari puasa,” imbuhnya
Puasa itu memang menyehatkan. Dalam agama islam, berpuasa di bulan Ramadhan bukan hanya dituntut untuk menahan lapar dan dahaga. Melainkan menjaga Pikiran, emosional dan Spiritual.
Selain makanan, banyak yang kena penyakit gula karena emosi dan pikiran yang tidak terkontrol, sehingga berdampak pada metabolisme tubuh, dengan berpuasa setiap insan membantu memelihara kesehatan tubuhnya
“Sebab itu, mari kita kuatkan niat semoga dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Jangan sampai puasa ini hanya menjadi pengganti jam makan saja, karna tidak akan ada manfaatnya,” tandasnya
Penulis: Rahmat Mauliady
















