Dampak Tingginya Curah Hujan Harus Diantisipasi Bersama

Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh
Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh

Jakarta, PONTAS.ID – Waspadai tingginya curah hujan dengan kesiapan sarana dan prasarana publik, serta strategi penanggulangan bencana yang baik untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

“Kewaspadaan kita semua harus ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas keseharian masyarakat, bahkan korban jiwa,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/10/2022).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan, awal musim hujan di Indonesia akan terjadi pada September hingga November 2022 dengan puncak musim penghujan diperkirakan pada Desember 2022 dan Januari 2023.

Curah hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang tercatat 2 Oktober hingga 8 Oktober 2022.

Dampaknya, sejumlah ruas jalan di Jabodetabek tergenang air dan mengganggu aktivitas publik. Selain itu satu sekolah di Jakarta terendam banjir dan merobohkan tembok sekolah yang menimbulkan korban jiwa.

Potensi peningkatan curah hujan, menurut Lestari, harus diantisipasi dengan kesiapan sarana dan prasarana publik di setiap daerah agar mampu menghadapi peningkatan curah hujan yang signifikan.

Kewaspadaan dalam menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, juga bisa dilakukan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bagaimana seharusnya menyikapi bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.

Kesigapan dalam pencegahan dan pengetahuan yang cukup dari masyarakat dalam menghadapi bencana, menurut Rerie, diharapkan mampu menekan terjadinya korban jiwa dalam setiap bencana yang terjadi.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap para pemangku kepentingan dan masyarakat di setiap daerah bahu membahu dalam menghadapi ancaman dampak cuaca ekstrem.

Rerie menghimbau kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menghidupkan kembali gerakan gotong-royong dalam upaya merawat sarana dan prasarana di daerah masing-masing agar berfungsi maksimal dalam menghadapi potensi peningkatan curah hujan yang terjadi.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleMPR Ajak Masyarakat Masifkan Gerakan Wakaf
Next articleDirut Pertamina Harus Pastikan Terwujudnya Ketahanan Energi Nasional