Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Umum Senam Tera Indonesia (STI), Nono Sampono mengukuhkan dan melantik tujuh pengurus daerah Senam Tera.
Dikutip dari laman dpd.go.id, ketujuh pengurus daerah yang dilantik tersebut diantaranya adalah Sumatera Selatan, Aceh, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung.
Sementara itu masih ada pengurus STI provinsi di Sumatera yang belum dikukuhkan yaitu Sumatera Utara dan Sumatera Barat, “Kalau Sumatera Barat hanya pengukuhan kembali artinya seluruh pengurus daerah STI di Pulau Sumatera sudah selesai semua,” terang Nono.
Nono berpendapat bahwa semua senam itu baik, namun yang membedakan STI dengan senam yang lainnya adalah senam tera, memiliki tiga paket, yang pertama steering, yang kedua persendian dan yang ketiga pernapasan.
“Tiga paket inilah yang membedakan senam tera dengan senam yang lainnya. Kalau senam lainnya orientasinya pada gerakan namun tidak mengatur pernapasan,” jelasnya.
Wakil Ketua DPD RI ini juga mengakui bahwa senam tera diadopsi dari senam Taichi yang dikembangkan. “Tera itu asalnya dari terapi. Sedangkan Taichi itu ada dua yang pertama bela diri yang kedua terapi,” lanjut Nono.
Harapannya setelah dilantiknya tujuh daerah tersebut, kepada figur-figur pengurus yang memiliki potensi bagus, agar bisa memimpin senam tera di daerahnya masing-masing.
“Sehingga bagaimana kita secara nasional bisa menjawab angka 82,3 persen masyarakat Indonesia bermasalah dengan kesehatan dan kebugaran. Nah melalui senam tera mari kita wujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan bugar,” pungkas Nono.
Salah satu tantangan besar STI di era digital saat ini adalah masyarakat Indonesia lebih cenderung menikmati bermain gadget ketimbang melakukan aktivitas fisik. Hal tersebut sangat memprihatinkan dan marak terjadi pada anak-anak dan remaja.
“Perlu adanya atensi khusus pada pengembangan olahraga masyarakat. Dengan masyarakat yang lebih sehat dan bugar serta memiliki imunitas yang tinggi tentunya akan berpengaruh pada peningkatan prestasi olahraga nasional kita” tutupnya.
Penulis: Fajar Virgyawan Cahya
Editor: Ahmad Rahmansyah




























