Indramayu, PONTAS.ID -Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)1 Pasekan Kecamatan Pasekan mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM).
Berdasarkan keputusan pemerintah bahwa PPKM resmi diperpanjang dan membuka peluang dilakukannya pembelajaran atau sekolah tatap muka. Hal ini senada dengan keinginan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)1 Pasekan agar pembelajaran langsung atau sekolah tatap muka dapat segera digelar khususnya untuk sekitar Indramayu, Rabu (1/09/2021).
Keinginan tersebut bukan tanpa dasar, pasalnya daerah yang menerapkan PPKM Level 2 hingga Level 3 dapat melakukan sekolah tatap muka, aturan-aturan yang akan diberlakukan tersebut seperti jumlah kapasitas maksimal yang boleh diisi hanya sebanyak 50 persen dari jumlah maksimal. Selain itu, juga terdapat aturan jarak aman yang harus dilakukan yaitu 1,5 meter antar siswa.
Menurut Kepala Sekolah, Istirohah dalam pelaksanaan sekolah tatap muka atau PTM ini nantinya juga harus didukung oleh segenap siswa dan guru-guru sekolah untuk melaksanakan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.
“Beberapa Kepala Sekolah SMP lain telah melakukan konfirmasi dilakukannya sekolah tatap muka atau PTM itu, seperti di SMPN 1,2,4 Sindang yang telah melaksanakan karena masuk dalam PPKM Level 2” ujarnya.
Dalam aktifitas tatap muka istirohah juga mengintruksikan seluruh guru akan mengawasi secara ketat didalam lingkup sekolah.
“Kami juga menerapkan prokes yang sangat ketat dan juga memberikan arahan semua guru guru yang mengikuti PTM untuk bersama mengawasinya, kami juga menyediakan alat prokes yang tersedia di koprasi sekolah gunanya untuk mengantisipasi siswa jikalau ada yang lupa pakai masker satu kali, dua kali kami berikan gratis tapi jika ke tiga kalinya kami berikan sanksi dengan menyuruh membeli masker di koprasi,” Imbuhnya.
Saat ditanya salah seorang siswa Andi mengatakan dirinya selalu mengantuk saat jam pelajaran, dikarenakan sudah terlalu lama sekolah memakai system Daring.
“Ngantuk mas, kalau pagi belajar, mungkin sudah kelamaan di rumah” ucapnya sambil cengengesan.
Penulis: Cartono
Editor: Fajar Virgyawan Cahya




























