El Nino, Sebabkan Nyamuk Aedes aegypti Mengganas

Indramayu, PONTAS.ID– Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Indramayu berdampak terhadap meningkatnya kasus sejumlah penyakit, seperti halnya penambahan sejumlah masyarakat yang terserang demam dan pilek yang disertai batuk, serta meningkatnya pasien anak-anak yang terserang DBD.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr.Wawan Ridwan saat ditemui diruang kerjanya, menurutnya, puluhan Balitapun tercatat telah ikut terkena dampak akibat El nino, yang membuat mengkhawatirkan beberapa kasus demam pada Balita sampai dirujuk ke rumah sakit akibat panasnya tidak kunjung turun. Kamis, (05/10/2023)

Wawan Ridwan, mengatakan kasus DBD pada anak meningkat 360 kasus ditahun 2023 ketimbang 2022 kemarin, Dinkes sendiri akan melakukan tindakan Pencegahan dan Pengendalian akibat meningkatnya jumlah pasien DBD dibeberapa Puskesmas di Indramayu,

“Banyak laporan dari berapa Puskesmas mengenai peningkatan jumlah penderita DBD umumnya menyerang anak-anak akibat kemarau panjang yang disebut El Nino ini, Dinas Kesehatan akan terus berupaya melakukan tindakan presentif pencegahan yang akan berdampak timbul angka kematian pada balita.” ucap Wawan saat di konfirmasi di kantor Dinkes.

Menurut Wawan Terdata sejak awal Agustus hingga akhir September 2023 sebanyak 360 orang terdata demam dengan gejala sama 200 di antaranya anak-anak.

“Sampai hari ini yang baru tercatat di laporan itu ada 360 kasus meningkat, padahal tahun 2022 yang terdata 220 kasus, ” kata dia

Wawan menyebut, selama fenomena El Nino dua bulan terakhir selain kasus DBD disertai Demam cukup tinggi, ditambah adanya penyakit yang hampir serupa dengan DBD yaituh zhika.

“Sekarang ini kita juga harus mewaspadai adanya penyakit yang serupa dengan DBD tetapi beda tipis gejalanya yang membedakan zhika dan DBD, Zhika tidak menimbulkan mimisan, tapi untungnya Dinkes Indramayu belum mendatapi laporan tentang penyebaranya,” tuturnya

Wawan menambahkan nyamuk jenis itu sangat suka berkembang biak di dalam air bersih. Tak hanya itu, berdasarkan penelitian, nyamuk Aedes aegypti akan semakin ganas saat berada di suhu yang lebih panas. Jadi frekuensi nyamuk menggigit anak meningkat tiga hingga lima kali lipat ketika suhu udara di atas 30 derajat Celcius, untuk itu Kadis Dinkes mengimbau bagi warga Indramayu yang lingkungan sekitarnya kotor atau banyak sampah ,untuk melakukan kebersihan dini menghindari berkembangnya jentik nyamuk.

Terutama menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan sekitar, khususnya yang dapat menimbulkan atau menjadi sarang nyamuk. DBD bisa diatasi dan ditangani bersama-sama, terpenting mau tidaknya masyarakat meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar.

“Karena El Nino fenomena DBD bergeser, sehingga banyak temuan kasus DBD di tengah musim kemarau. Karena banyak warga warga menyimpan air di tempat penampungan, juga masyarakat yang membiarkan lingkunganya kotor, untuk itu marilah kita bersama sama mencegah perkembang biakan jentik nyamuk disekitar kita, dengan cara bersih bersih juga menutup penyimpanan air serta memberi obat pembasmi jentik pada tampungan air .Terutama kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ,” pungkas Wawan

Penulis: Cartono
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articlePDIP Pernah Bela Ade Armando Dipersekusi, Kini Politisi PSI Itu Serang PDI P
Next articleRosalina Dolly Pasaribu Raih Penghargaan Sandya Praditya