Gandeng Politeknik Malahayati dan Pemkab Sergai, UPP Tanjung Beringin Gelar Diklat BST-KLM Bagi Masyarakat

SERGAI, PONTAS.ID – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kls II Tanjung Beringin akan melakukan Pendidikan Latihan Pemberdayaan Masyarakat, Basic Safety Training – Kapal Layar Motor (BST – KLM) gunen memperoleh Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 mil, kepada masyarakat atau nelayan yang berminat.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Beringin, Luderwijk Siahaan kepada PONTAS. Id di ruang kerjanya di Tanjung Beringin (Bedagai), Minggu (23/7/2023) di sela-sela pemeriksaan kesehatan/buta warna kepada para peserta.

“Diklat ini menggandeng Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), dan promotor Politeknik Pelayaran Malahayati Nanggroe Aceh Darussalam.Dan direncanakan akan di buka oleh Bupati Sergai Darma Wijaya, hari Senin (24/7/2023) di Wisma Lasma ria Desa Pematang Cermai kecamatan Tanjung Beringin”, jelas Kakan UPP Tanjung Beringin.

Hingga sore hari diujung akhir pendafta dan, lanjut Siahaan sudah lebih 300 pe serta, yang sudah siap mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti diklat.

“Selanjutnya pada hari Minggu (23/7/2023), para calon peserta Diklat akan dilakukan cek buta warna. Diklat dimulai Senin 24 Juli hingga Jumat 28 Juli 2023 di Wisma Lasmaria Dusun II Desa Pematang Cermai Kecamatan Tanjung Beringin,” lanjutnya.

Diklat direncanakan akan diikuti 350 orang peserta,merupakan masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Sergai dan sekitarnya terdiri dari, 175 peserta untuk Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan surat keterangan keterampilan berlayar hingga 30 mil dari garis pantai (SKK 30 Mil) deck, dan 175 peserta untuk BST KLM dan SKK 30 Mil mesin.

Selama Diklat berlangsung, lanjutnya, para peserta akan diberi materi pembelajaran secara teori dan praktek. Selain itu, juga akan mendapatkan 2 sertifikat, perlengkapan ATK, seragam, serta uang saku yang akan disalurkan langsung ke rekening baru yang akan dibuatkan untuk masing-masing peserta.

“Tujuan Diklat ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama nelayan di wilayah Kabupaten Sergai dan sekitarnya, untuk diterapkan dalam bekerja atau melaut. Sehingga, masyarakat dapat bekerja atau melaut dengan selamat dan aman, karena memiliki keterampilan disertai sertifikasi,” tandas Luderwijk Siahaan.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleTerima Penghargaan dari Koperasi Indonesia, Syarief Hasan: Ini untuk Seluruh Insan Koperasi
Next articleTokoh Agama Papua Puji Kepemimpinan Bupati Tapsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here