Sergai, PONTAS. ID – Pertemuan Ibu Kandung yang lebih 10 tahun tak berjumpa, dicari lebih dari seminggu di kampung halamannya asal Sungai Nyalo, Batang Kapas – Painan, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, ternyata ditemukan di teras Mesjid Al Muhtadin komplek Polres Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (17/6/2023).
Bermula Kasat Intelkam AKP Siswoyo hendak menunaikan sholat, dilihatnya ada seorang Nenek sedang berbaring di teras Mesjid. Tak sampai hati, kemudian dia menanyai Nenek tersebut, tapi ternyata Siswoyo bingung karena mendapat jawaban dengan bahasa Minang (Padang).
Melihat kondisi sang Nenek cukup lemas, kemudian Siswoyo mengajaknya ke kantin untuk makan siang. Ternyata, walaupun mendapat jawaban bahasa yang sulit dimengerti, tapi melalui petugas kantin mengatakan kalau Nenek itu belum makan selama dua hari.
“Hanya minum air putih dan kue yang diberikan jemaah, dimana selama berhari-hari ini ada beberapa Mesjid yang di singgahinya selama di Desa Firdaus. Mungkin faktor bahasa, sulit dimengerti makanya nggak banyak yang tau kalau nenek ini butuh pertolongan”, jelas AKP Siswoyo.
Setelah makan dan minum, si nenek minta diantarkan kembali ke Surau (bahasa Minang sama dengan Mesjid), karena dirinya belum sholat. Bahkan dirinya sempat mencari barang yang kerap dipegangnya, ternyata tasbihnya hilang entah kemana.
Melihat kesedihan diwajah si nenek, AKP Siswoyo segera memanggil anggotanya, dan menyuruhnya ke pasar untuk membelikan seuntai Tasbih.
Secara perlahan karena nenek tersebut hanya mampu berbicara bahasa Minang (Padang), AKP Siswoyo berhasil menterjemahkan nama nenek tersebut, bernama Mainar Jambak mengaku berusia 75 tahun, asal Sungai Nyalo, Batang Kapas – Painan, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Nenek Mainar mengaku kalau dirinya punya anak bernama Lisa Jambak (53) dan Jupri Jambak (50) yang berdomisili di Malaysia.
Dengan logat kental bahasa Minang yang sedikit demi sedikit dimengerti, nenek Mainar mampu menceritakan kalau suaminya Maharan Sikumbang, sudah meninggal 20 tahun yang lalu di daerah Batang Kapas – Sumbar.
“Disamping Lisa dan Jupri, Nek Mainar juga punya anak laki-laki bernama Novrizal (37) beralamat di Kalimantan Barat, istrinya bernama Munah (32) dan cucu-cucunya bernama Abu Bakar, Saad, Sapiyah.sedangkan si Ed (30) anak bungsunya pekerjaan Nelayan tinggal di Sungai Bungin, Sumatera Barat, istrinya bernama Lisa dan anaknya bernama Fatir dan Nairah”, kata Nek Nairah.
Setelah mendapat data singkat, lalu Kasat Intelkam AKP Siswoyo menghubungi rekannya seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) di daerah Batang Kapa, Sumatera Barat (Sumbar).
“Agar memberitahukan hal ini ke grup warga Minang di Padang Pariaman, karena Nek Mainar saat ini ada di Polres Sergai”, jelas Siswoyo sembari mengirim kan foto Nek Mainar.
Tak sampai tiga jam, akhirnya dari keluarga Nek Mainar mendapat jawaban kalau selama lebih seminggu ini, mereka mencari keberadaan orangtua mereka.
Bahkan menjelaskan, kalau ada anaknya sekarang sedang berada di Kisaran (Asahan), yang juga mencari ibunya.
Sebab, kabar terakhir yang diperoleh kalau Nenek Mainar ada di Kabupaten Batubara, mencari Kapal Tongkang yang akan membawanya ke Malaysia.
Disela-sela menunggu keluarganya datang menjemput, Nenek Mainar bercerita kalau dirinya disuruh turun dari atas Tongkang, sementara posisi masih di laut. Saat turun kelaut itulah, air laut dengan kedalaman satu pinggang orang dewasa, dan kakinya yang tidak beralas tertusuk duri laut dan luka.
Sesampainya di daratan, tas yang dibawanya berisikan paspor, KTP dan uang Ringgit dilarikan orang tak dikenal saat dia hendak bertukar pakaian di salah satu Mesjid. Karena tak ingat dimana posisinya saat itu, Nenek Mainar hanya mengatakan di Mesjid atau Surau (Bahasa Minang).
Katanya, dirinya sudah 4 hari berjalan dan nggak tau kemana dan hingga terdampar di Mesjid Al Muhtadin Polres Sergai, dan ditemukan oleh Kasat Intel AKP Siswoyo.
Melihat luka dikaki Nek Mainar, AKP Siswoyo dengan telaten langsung mengobati kaki nya yang penuh luka akibat tusukan duri di laut kemarin. Sorenya, Novrizal alias Rizal anak kelima Nenek Mainar tiba di Polres Sergai yang langsung di songsong oleh AKP Siswoyo.
Pertemuan mengharukan, antara Ibu kandung dengan anaknya yang sudah lebih 10 tahun tidak bertemu. Karena Novrizal tinggal di Desa Sungai Bakau Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawai, Provinsi Kalimantan Barat.
Komunikasi selama ini hanya melalui hape atau video call saja karena rentang jarak yang cukup jauh.
“Delapan hari yang lalu, saya ada tugas Dakwah ke Riau dan kesempatan itu saya pulang kampung. Tetapi melalui adik saya Ed, mengatakan kalau Mamak pergi entah kemana arahnya. Kecuali dia mengatakan,kalau selama ini rindu sama anak dan cucunya yang ada di Malaysia. Jadi tebakan kami kalau tidak kearah Dumai, Tanjung Balai dan Batubara karena disana yang ada kapal Ferry.. Saya bertanya kepada kawan-kawan sesama Jemaah Tabligh ditiga daerah tersebut,sembari menyebar foto mamak. Tadi pagi,ketika saya di Kisaran (Asahan) mendapat kabar dari adik si Ed, katanya Mamak ada di Polres Sergai dan info itu berasal dari grup awak Minang,yang disampaikan secara berantai,” papar Novrizal.
“Setelah saya mengontak nomor yang diberikan adik saya, ternyata nomor pak AKP Siswoyo yang sudah mengurus Mamak saya selama disini,” lanjut Novrizal dengan suara lirih.
Novrizal yang bekerja sebagai pendakwah, tak memungkiri kalau orang tuanya berhalusinasi pergi ke Malaysia. “Mungkin karena inginnya dia mau ketemu anak cucunya, sempat berimajinasi dan apalagi beliau juga sudah uzur kadang ingatannya bagus kadang bisa berkhayal”, tambahnya.
Dihadapan Kasat Intel AKP Siswoyo, Kanit PPA, Ipda Brimen Sihotang dan Kasi Humas, Iptu Junaidi berkali-kali Nenek Mainar dan Novrizal mengucapkan rasa terima kasih.
“Nah, selama ini Mamakkan punya lima anak saja tapi disini anak mamak bertambah lima orang. Lihat disini,walau pun kantor Polisi tapi semuanya melihat Mamak begitu peduli sekalipun nggak mengerti bahasa yang mamak sampai kan tapi rasa persaudaraan itu nyata di Mesjid ini”,ucap Novrizal yang seorang pendakwah itu sembari menangis terharu.
Karena ingin cepat sampai ke kampung halaman, apalagi Novrizal menjanjikan setelah kemampuan Mamaknya akan dibawa ke Kalimantan Barat dan ke Malaysia hal ini membuat Nek Mainar bersemangat pulang.
Difasilitasi Kasat Intelkam dan Kanit PPA, akhirnya Nenek Mainar dan anaknya Novrizal dipesankan tiket bus menuju Dumai, dan diantar langsung menuju Loket bus di Sei Rampah.
Sebelum meninggalkan Mesjid Al Muhtafin Polres Sergai, Novrizal selaku anak Nenek Mainar mengucapkan rasa terima kasih kepada Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratama, Kasat Intel, Kanit PPA dan jajaran Polres Sergai yang sudah membantu bahkan memfasilitasi pemulangan mereka ke Sumatera Barat.
“Semoga apa yang sudah dilakukan jajaran Polres Sergai, mendapat balasan rahmat dan hidayah dari Allah SWT,” tutupnya sambil memeluk AKP Siswoyo dan Ipda Brimen terharu.
Aiptu T. Manik dari Unit PPA Polres Sergai yang ditugaskan mencarikan tiket, hingga memastikan bisa malam ini kembali ke Sumbar melalui Dumai, sudah memberikan laporan kalau tugas yang diberikan kepadanya sudah selesai.
“Sudah kami berangkatkan usai Maghrib tadi, melalui bus PO Putra Simas dan kembali rasa Terimakasih disampaikan Novrizal untuk Polres Sergai”, ujarr Aiptu T. Manik.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya


















