Gedung Merdeka Siap Jadi Tempat Penyelengaraan Pertemuan MPR Dunia

Bandung, PONTAS.ID – Sore, sekitar pukul 15.00 WIB, Kota Bandung, Jawa Barat, diguyur hujan. Hujan yang turun mesti tidak deras namun membuat banyak pengendara motor berteduh di tepi jalan yang memiliki atap. Aktivitas masyarakat di kota kembang pun terhenti di saat hujan melanda. Jl. Asia Afrika yang biasanya ramai dengan aktivitas wisatawan, saat itu menjadi senyap. Para cosplayer yang biasanya memadati kawasan itu juga tak nampak. Bila cuaca normal, di sepanjang Jl. Asia Afrika hingga Alun-Alun Bandung, ramai wisatawan selain menikmati cagar-cagar budaya, mereka juga mengabadikan diri dalam foto. Tak heran bila kawasan itu marak dengan aktivitas fotografi.

Gedung Merdeka yang menjadi salah satu ikon Bandung, sore itu terlihat beda. Di depan pintu masuk berdiri tenda yang berselebung kain merah putih. Berdirinya tenda menunjukan ada kegiatan besar di bangunan peninggalan masa kolonialisme Belanda itu.

Di tengah hujan yang turun, terlihat puluhan orang tengah sibuk menghias dan memperindah Gedung Merdeka terutama di bagian dalam. Di bagian dalam terlihat bunga dan barisan bendera berjajar rapi. Karpet pun dihamparkan di lantai gedung itu. Gedung Merdeka hari itu bersolek sebab pada 25 Oktober 2022, ia akan menjadi saksi pembukaan acara International Conference of Speakers of Consultative Assembly, Shura Council or Other Similar Names of The Organization of Islamic Cooperation Member States atau Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam.

Acara itu akan digelar mulai dari 24 hingga 26 Oktober 2022. Sebanyak 14 delegasi, negara dan 2 organisasi internasional, yang datang dari Afrika dan Asia, akan mengikuti konferensi. Untuk memeriahkan acara, Kota Bandung pada umummnya dan kawasan Jl. Asia Afrika pada khususnya berbenah dan bersolek. Di Ibu Kota Jawa Barat itu tersebar baliho dan spanduk acara. Di Jl. Asia Afrika pastinya hal demkian juga terjadi.

Sore itu terlihat banyak polisi hilir mudik di sepanjang Jl. Asia Afrika. Di sekitar Gedung Merdeka juga nampak puluhan polisi bahkan Satpol PP. Kehadiran mereka untuk ikut mempersiapkan dan mengamankan konferensi internasional. Rencananya menjelang pembukaan konferensi internasional, Jl. Asia Afrika akan ditutup. Selain untuk mempermudah akses dan menghormati delegasi menuju Gedung Merdeka, juga akan diadakan seremony acara yang menggambarkan Konferensi Asia Afrika Tahun 1955. Konferensi itu merupakan momentum kerja sama banga-bangsa Asia dan Afrika yang sangat monumental. Dalam konferensi itu berhasil dijalin kerja sama antar bangsa sehingga banyak peserta dari konferensi menjadi bangsa merdeka dan sejahtera. Semangat inilah yang akan diambil dalam Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam itu.

Konferensi ini pembukaan dilakukan di Gedung Merdeka namun untuk proses sidang-sidang, dilakukan di Pullman Hotel Jl. Diponegoro No. 27 Bandung. Hotel ini tempatnya sangat strategis. Ia berada di samping Lapangan Gasibu. Lapangan terbuka yang juga menjadi ikon dan landscape Kota Bandung. Hotel ini juga berada di depan Gedung Sate, Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Sebagai hotel bintang 5, hotel ini selain sangat representatif untuk menggelar acara besar, tempat yang sangat strategis, dan view-nya sangat menawan.

Salah satu orang yang berada di Jl. Asia Afrika, Tegar namanya, dirinya tahu di Gedung Merdeka akan ada acara. Ia tahu sebab di Kota Bandung banyak tersebar spanduk dan baliho tentang konferensi itu. Dirinya senang ada kegiatan di Gedung Merdeka. “Mengingatkan pada KAA Tahun 1955,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan itu mampu membawa perubahan yang sangat berarti bagi kemajuan dan peradaban bangsa. “KAA mampu membawa perubahan yang sangat berarti bagi bangsa Asia dan Afrika, saya harap pertemuan yang digagas MPR juga demikian,” harapnya.

Previous articleSejarah Kembali Berulang di Gedung Merdeka
Next articleSambut Kehadiran Delegasi Konferensi Internasional MPR Dunia, Bamsoet Harap Lahir Deklarasi untuk Mengembangkan Demokrasi Global

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here