Pasuruan, PONTAS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil memperingati Hari Jantung sedunia dengan mengusung tema “Use Heart for Every Heart”. Dalam peringatan itu, pihaknya menggelar beberapa kegiatan mulai dari Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) bagi peserta komunitas jantung binaan, Penyuluhan kesehatan oleh Dokter Spesialis Jantung RSUD Bangil dan Senam Bersama Se-Indonesia secara online oleh PERKI.
“Diperingatinya Hari Jantung Sedunia ini merupakan salah satu bentuk dan cara untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah,” ungkap Dirut RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M. Kes saat memberikan sambutan pada Minggu (4/10/22).
Ia mengatakan, tepat pada tanggal 29 September lalu diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Namun, kegiatan serempaknya dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2022. Sebab itu, dirinya mengimbau kepada penderita penyakit jantung untuk tetap menjaga kebugaran dan kesehatannya.
“Tetap semangat, harus mampu hidup normal berdampingan dengan penyakit dan selalu memperhatikan pola makan yang bergizi, cek kesehatan secara teratur, berolahraga yang teratur, serta jaga emosi (Kelola stress) dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mengatasi kegawatdaruratan penyakit jantung yang diderita pasien, RSUD Bangil juga mempunyai program unggulan seperti BEST (Bangil Emergenci Servis Team), Stroke Holistick layanan yang mempermudah akses masyarakat wilayah Kabupaten Pasuruan untuk mendapatkan penanganan serangan stroke mendadak secara cepat.
“Dimulai dari pelayanan PraHospital melalui penjemputan oleh tim BEST untuk masyarakat yang terkena stroke. Dilanjutkan penanganan di Rumah Sakit secara komprehensif dan kolaboratif beberapa multidisiplin ilmu. Dimulai dari pemeriksaan untuk menegakkan diagnostik yang selanjutnya dilakukan terapi yang tepat. Masyarakat dapat mendapatkan layanan melalui aplikasi BEST,” tandasnya
Pada kesempatan ini, dr. David R. Sp. JP menyebutkan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Pengobatan penyakit jantung juga tidaklah murah.
“Penyakit jantung ini menjadi beban biaya terbesar. Berdasarkan data yang ada dalam BPJS Kesehatan pada tahun 2021, pembiayaan kesehatan terbesar adalah untuk penyakit jantung yakni sebesar Rp7,7 triliun,” ungkapnya
Sebagai informasi, Kegiatan ini dikuti sekitar 200 peserta dari komunitas penderita jantung binaan RSUD Bangil, Civitas Hospitalia RSUD Bangil (dokter, perawat/bidan dan tenaga kesehatan lain) dan peserta lain yang ingin ikut berpartisipasi.
Penulis: Abdullah
Editor: Rahmat Mauliady


















