DPD Dukung Aceh Jadi Satu-satunya Embarkasi Keberangkatan Haji Indonesia

HM Fadhil Rahmi
HM Fadhil Rahmi

Jakarta, PONTAS.ID – Senator DPD asal Aceh, HM Fadhil Rahmi, mendukung usulan DPR RI untuk menjadikan Aceh sebagai satu-satunya embarkasi dalam memberangkatkan calon jemaah haji asal Indonesia ke Arab Saudi pada tahun berikutnya. Usulan ini dinilai masuk akal serta lebih efektif dan efisien.

“Saya mendukung usulan ini. Ada alasan historis dan efesiensi,” ujar pria yang akrab disapa Syech Fadhil, Kamis (30/6/2022).

“Sejak dulu, Aceh memang dijadikan transit keberangkatan haji dari Tanah Air sejak zaman Hindia Belanda. Ini karena jarak tempuh dari Aceh ke Mekkah jauh lebih singkat dibandingkan daerah lain. Kondisi ini membuat para jamaah lebih nyaman dan tidak kelelahan selama perjalanan,” kata senator yang juga alumni Al Azhar Kairo Mesir ini.

Selain itu, kata Syech Fadhil, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 Hijriah/2022, keberangkatan haji dari Embarkasi Aceh jauh lebih murah dari daerah lainnya.

Dimana, biaya keberangkatan haji dari Aceh sejumlah sejumlah Rp 35.660.857,00. Sedangkan Embarkasi Batam sejumlah Rp 39.686.009,00 dan Embarkasi Jakarta sejumlah Rp 39.886.009,00 melalui Pondok Gede dan Rp 39.886.009,00 melalui Bekasi.

Paling mahal, keberangkatan haji dari Embarkasi Surabaya sejumlah Rp 42.586.009,00 dan Embarkasi Makassar sejumlah Rp 42.686.506,00.

“Kalau berangkat dari Aceh, bisa hemat jutaan rupiah. Apalagi yang berangkat dari timur,” katanya.

“Ini mengapa saya katakan usulan tadi patut dipertimbangkan. Aceh itu Serambi Mekah. Orang Aceh pasti akan memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah dari seluruh Indonesia, jika usulan ini diwujudkan,” kata Syech Fadhil.

Sebelum usul Aceh menjadi satu-satunya embarkasi keberangkatan haji muncul, Senator Aceh ini juga pernah mengusulkan Umrah Aceh Plus kepada umat muslim di nusantara. Ini karena biaya umrah dari Aceh ke Mekah relative lebih murah dibandingkan daerah lainnya dan karena Aceh adalah jalur menuju Arab Saudi untuk jamaah Indonesia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePKS Sebut Aplikasi PeduliLindungi dan MyPertamina Berpotensi Langgar HAM
Next articleSA Institut Wanti-wanti Menyikapi Ganja Medis Tak Boleh Gegabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here