Saksi Korupsi Mangkir 3 Kali, Hakim Kembali Panggil Bendahara PB NU

Banjarmasin, PONTAS.ID – Bendahara Umum (Bendum) PBNU Mardani H Maming atau MHM , kembali mendapat panggilan untuk menyampaikan kesaksian di Persidangan Tipikor Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, dalam kasus dugaan suap Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara dengan terdakwa Raden Dwidjono mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (18/4/2022).

Pemanggilan pengadilan Tipikor Banjarmasin sebagai saksi terhadap Bendum PBNU, MHM merupakan panggilan keempat untuk hadir di persidangan kasus dugaan suap penerbitan IUP batubara dengan terdakwa Raden Dwidjono mantan Kepala Dinas ESDM Pemkab Tanah Bumbu.

Menjadi saksi di persidangan lantaran MHM menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2018 yang diduga terjadi kasus gratifikasi atau suap penerbitan IUP batubara.

Sebelumnya MHM mangkir panggilan Pengadilan Tipikor Banjarmasin untuk bersaksi pada sidang tanggal 28 Maret 2022 tanpa penjelasan. Di sidang tanggal 4 April 2022, MHM juga tidak hadir namun menyertakan surat keterangan dokter.

Terakhir, Pada sidang tanggal 11 April 2022 kembali mangkir dengan dalih menghadiri undangan Sekretariat Negara dalam kapasitas sebagai Ketua Umum HIPMI.

Kuasa Hukum Raden Dwidjono terdakwa kasus dugaan suap penerbitan IUP batubara, Lucky Omega Hasan membenarkan terkait pemanggilan ke empat terhadap MHM untuk bersaksi di persidangan.

“Kalau secara fisik tidak hadir, maka keterangannya diminta secara virtual melalui zoom,” beber Lucky Omega Hasan, di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (18/4/2022).

Namun, hingga berita ini diturunkan, proses persidangan belum kunjung berlangsung lantaran jadwal sidang masih menunggu persidangan lainnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Bendahara Umum PBNU Mardani H Maming atau MHM, Irfan Idham membantah kliennya mangkir dalam sidang perkara dugaan gratifikasi atau suap penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) batubara yang berproses di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Banjarmasin.

Dikatakan Irfan, kliennya selalu melayangkan pemberitahuan secara resmi kepada Majelis Hakim ketika tidak bisa menghadiri sidang kasus dugaan suap izin tambang di Kalimantan Selatan itu.

“Pak Mardani tidak mangkir dalam persidangan, karena setiap persidangan Pak Mardani melakukan pemberitahuan secara resmi bahwa berhalangan hadir dikarenakan ada kegiatan yang waktunya bersamaan dan tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (17/4/2022).

Sementara itu, terlepas hadir atau tidak Bendum PBNU Mardani H Maming di persidangan, namun sejumlah komentar warga di social media meramaikan trending Twitter dengan tagar #panggilpaksamardani sebanyak 3.443 tweet, juga Jangan Mangkir Lagi dengan 3.368 tweet, atau Panggilan Sidang ke 4 dengan 3.362 tweet.

Berikut beberapa cuitan yang dirangkum dari Twitter:

@Manay71008040: “Yook pak sidang ke 4 ini jangan mangkir lagi pak. Semoga panggilan sidang ke 4 Pk Mardani tidak ada halangan untuk datang.”

@evagintingsuka: “Sebenarnya kalau datang kan masalahnya cepat selesai… Jangan mangkir lagi panggilan sidang ke 4.”

@Giradian1: “Semakin menarik ini kasusnya, jadi bikin orang2 penasaran, gimana kelanjutan kasus tambang Tanah Bumbu. Jangan mangkir lagi panggilan sidang ke-4,” tulis @Giradian1.

Penulis: Mohammad Apriani/Zainal Hakim

Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleBerjudi Dadu, 6 Perantauan Bakal Lebaran Disel Polres Tanah Bumbu
Next articlePenjabat Kepala Daerah Harus Kerja “All Out” Buat Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here