Banjir di Kaltim, DPR Minta Presiden Jokowi Turun Tangan

Jakarta, PONTAS.ID – Banjir besar melanda Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur telah menjadi perhatian nasional. Banjir yang menyebabkan ribuan warga mengungsi tersebut pun mendapat sejumlah kritikan, khususnya ihwal mitigasi.

Anggota Komisi V DPR Irwan mengatakan  dalam banjir besar tersebut tampak tidak terlihat ketidaksiapsiagaan pemerintah daerah Kutai Timur menangani korban terdampak banjir.

“Faktanya, masih banyak posko-posko mandiri yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat. Selain itu proses evakuasi warga pun masih belum merata. Dan warga harus menggunakan ketinting atau perahu milik warga lainnya untuk kebutuhan evakuasi,” tegas pria yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim ini.

Politisi Senayan asli Sangkulirang ini mengatakan ketidaksiapsiagaan Pemkab Kutim dalam menangani bencana banjir tak terlepas dari faktor pendanaan dalam APBD, di mana dana tidak terduga tidak cukup untuk bisa menghadapi bencana ini.

“Karena itu saya meminta pemerintah Pusat. Presiden Jokowi melalui Kementerian dan badan terkait an bencana bisa segera membantu rakyat Kutim yang sedang dilanda musibah,” sergah Irwan.

Sementara itu, terlepas dari persoalan penanganan korban terdampak banjir, Irwan mengkritisi mitigasi bencana banjir sejauh ini. Pria yang juga Doktor Kehutanan ini menjadikan Irwan paham betul persoalan banjir yang terjadi di daerah itu. Ia mengaku tidak terkejut dengan banjir yang terjadi, utamanya di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Karena dari segi keilmuan, dua kecamatan tersebut berada di kawasan hilir yang sangat mudah terpengaruh pasang surut laut.

“Logika sederhana, saat ada debit air yang tinggi di hulu, kemudian ada pasang air tertinggi, sehingga kedua kecamatan itu pasti terkena banjir. Itu harusnya sudah dilihat sebagai warning (peringatan) sejak berdirinya Kutai Timur. Sehingga kemudian menjadi isu-isu strategis dan skala prioritas pemimpin-pemimpin Kutim terdahulu untuk memitigasi potensi bencana banjir ini tidak berulang,” bebernya.

Ihwal perdebatan dugaan tambang yang jebol dan kondisi tutupan lahan yang berubah, Irwan melihat kemampuan DAS Sangatta masih cukup bagus. Karena di sisi kiri DAS tersebut masih terdapat taman nasional, sehingga masih mampu menampung debit air dari hulu ke hilir.

“Permasalahan banjir di Sangatta saya lihat lebih dipengaruhi pasang tinggi air laut dan penyempitan pada aliran sungai. Penyebab lainnya adalah drainase kota yang buruk dan belum tuntas,” sergahnya.

*Demokrat Kaltim Bergerak*

Bencana banjir di Kutai Timur, serta lambatnya penanganan terhadap warga terdampak membuat Irwan menggerakkan kadernya untuk dapat melakukan bantuan segera.

Buktinya, DPD Partai Demokrat (PD) Kaltim bergerak cepat membuka posko Demokrat Kaltim Peduli Banjir di Sekretariat DPC PD Kutai Timur.

Tampak tim relawan Partai Demokrat juga melakukan evakuasi masyarakat. Target utama evakuasi adalah kalangan rentan seperti ibu hamil, balita dan lansia.

“Kami sediakan Dapur Rakyat, kami juga punya tim evakuasi dua perahu karet yang sudah mengevakuasi ratusan warga yang terjebak dan juga bantuan selimut dan tenaga relawan. Kami juga siapkan tenda besar yang menampung warga yang mengungsi,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Irwan.

Sejak Sabtu malam, kader-kader muda Partai Demokrat telah terjun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan makanan, selimut dan obat-obatan. Karena sulitnya medan, penyaluran bantuan sementara berfokus di kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Ada sebuah ungkapan, bahwa yang paling penting dari politik adalah kemanusiaan, Demokrat sesuai arahan Ketum AHY terus  berjuang dan bekerja keras demi kemanusiaan khususnya musibah banjir Sangatta kali ini,” demikian Irwan.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleHNW Minta Penambahan Kuota Haji Diperjuangkan
Next articleDigitalisasi Pemilu, Menkominfo Dorong Studi Banding Penerapan di Negara Lain  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here