Kunker untuk Kerja, Bukan Berharap Seremonial

Mahyudin
Mahyudin

Mamuju, PONTAS.ID – Model kepemimpinan (Leadership) saat ini harus dikembangkan adalah melayani publik, bukan malah minta dilayani seperti dulu.

“Jika seorang pemimpin mampu dan mau untuk memosisikan dirinya sebagai pelayan bagi orang yang dipimpinnya, maka ia akan selalu dirindukan oleh orang-orang di sekitarnya. Pemimpin yang seperti ini akan mudah dipercaya oleh masyarakatnya. Pemimpin model begini akan mampu menghadirkan keharmonisan dalam hidup bernegara,” katanya, Selasa (15/2/2022).

Mahyudin menambahkan, bahwa model kepemimpinan yang minta dilayani sudah tidak relevan saat ini. Untuk itulah Senator asal Kaltim ini meminta setiap pejabat dalam setiap kunjungan ke daerah lebih mengutamakan inventarisasi berbagai permasalahan daerah, bukan mengutamakan seremonial.

“Saya berharap kebiasaan tersebut dihilangkan, sebab tujuan berkunjung ke daerah adalah menginventarisir perencanaan, apa yang akan dikerjakan daerah juga hambatan sejalan dengan tugas fungsi kami DPD-RI,” katanya.

Mahyudin dalam setiap kunjungan ke daerah bersama anggota DPD lainya, memgaku kerap meminta diberikan data terkait kendala pembangunan daerah. Halnitu menurutnya bisa dijadilan sebagai sarana memperjuangkan kepentingan daerah.

“Saya ke daerah bersama rekan-rekan anggota DPD-RIĀ  untuk kerja kerap meminta diberikan data-data apa yang akan dikerjakan, apa kendala yang dialami sehingga program kerja daerah bisa dapat diperjuangkan. Ini kesempatan kita untuk menginventarisir permasalahan, tantangan dan hambatan yang ada disetiap provinsi agar bisa maju dengan cepat,” pungkas

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleKomite I Menerima Aspirasi dari Elemen Perwakilan Masyarakat Papua
Next articleAset Jakarta Harus Diperhatikan Jika Ibukota Dipindah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here