Sergai, PONTAS.ID – Sesuai janji Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Pusat, Jaswan Syah yang langsung meninjau kondisi banjir di Seirampah akhir bulan Nopember 2021, dimana dirinya meminta pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) segera membuat proposal atau usulan kepada BNPB Pusat, guna mengatasi bencana banjir di Seirampah.
Untuk itu, atas petunjuk Bupati Sergai Darma Wijaya diminta Kepala Dinas (Kadis) PUPR (Pekerjaan Umum dan Peru Mahan Rakyat) Sergai, Johan Sinaga di dampingi Staf Ahli Bulan Simanungkalit untuk membuat sekaligus mengantar usulan yang dimaksud ke Sekretariat BNPB Pusat di Jakarta.
“Sesuai permintaan Deputi RR BNPB Pusat, hari Kamis dan Jum’at yang lalu lakukan paparan di kantor BNPB Pusat di Jakarta, dan ketika itu dihadapan Deputi RR BNPB dan staf lainnya. Dokumen usulan penanganan Tanggul Sei Belutu diterima oleh Deputi RR, dan beliau tetap optimis dan berharap pekerjaan ini bisa terlaksana di bulan ini perbaikannya. Ini untuk mengantisipasi dan mengurangi resiko banjir terhadap masyarakat di Sergai, khususnya di Seirampah dan Tanjung Beringin,” jelas Johan, Senin (6/12/2021).
Seperti pernah diberitakan, saat itu Deputi RR BNPB Pusat, Jarwan Syah didampingi Kepala BPBD Provinsi Sumut, Abdul Haris Lubis meninjau kawasan yang tergenang banjir sekaligus melihat kondisi pengungsi di Tenda darurat, pada hari Minggu, 28 November 2021 sekitar pukul 19.30 wib.
Keterlambatan Deputi RR BPNP Pusat, Jarwan Syah ke Sergai akibat pesawat yang ditumpanginya delay lebih dari 3 jam, sehingga malam baru melihat kondisi banjir di Seirampah.
Berdasarkan rekaman hasil wawancara dengan Deputi RR BNPB Pusat, Jaswan Syah mengatakan, tadi pihaknya sudah minta kepada Kadis PUPR Sergai untuk segera membuat usulan atau semacam proposal, guna secepatnya mengatasi banjir ini dan menunggu dalam Minggu ini.
“Secepatnya akan kita proses, agar banjir ini bisa cepat surut dan ini tugas BNPB mengatasi bencana. Kalau kita tunggu BWS (Balai Wilayah Sungai) yang memang menjadi kewenangan mereka, pasti anggarannya belum ada dan tahun depanlah. Kasihan masyarakat yang rumahnya kebanjiran dan harus mengungsi, makanya kalau cepat dibuat usulan maka cepat pula dikerjakan,” tandas Jarwan Syah.
Hen Sihombing (62) warga Seirampah yang akrab disapa Babiat Sihombing, mengomentari soal ini, Senin 6 Desember 2021 siang mengatakan, capek warga di Seirampah ini dibola-bola sama orang pusat.
“Yang katanya uang Rp 400 milyar sudah ditanganlah, tapi nyatanya tak juga dikerjakan oleh BWS Sumatera II. Ini harapan kami berikutnya dari BNPB Pusat, dan semoga cepat dikerjakan agar derita ribuan warga yang sudah lebih dua bulan terendam banjir, bisa segera ditempati kembali,” kata Babiat.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah


















