Vaksinasi Melambat, Simak Penjelasan Kadis Kesehatan Kabupaten Malang

Malang, PONTAS.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, mengakui bahwa percepatan vaksinasi di wilayahnya sedikit lambat. Hal itu disebabkan karena vaksinator belum mempunyai pola.

“Sebelum rapat di Pendopo pada hari senin kemarin, saya akui progres percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang mengalami kendala keterlambatan bukan hanya masalah petugasnya, tapi vaksinator puskesmas belum mempunyai pola, belum bisa mengukur kemampuan mereka serta kurangnya komunikasi dengan pihak Muspika,” kata Arbani Mukti Wibowo saat di temui awak media, Kamis siang (9/9/2021).

Setelah melakukan rapat koordinasi seluruh puskesmas dan Muspika baru dilakukan pemetaan vaksinasi.

“Usai rapat koordinasi dengan seluruh jajaran Muspika dan puskesmas di lakukan perencanaan dan pendataan sasaran, sehingga pihak Muspika setiap hari melaksanakan vaksinasi di tingkat kecamatan dan desa serta kelurahan,” terang Arbani.

Untuk target harian di Kabupaten Malang, Arbani mengaku optimis tercapai target 25 ribu vaksin tiap hari tersebut tercapai, karena pihaknya melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran, organisasi kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia.

“Dengan bekerjasamanya semua organisasi kesehatan dan vaksinator di RSUD serta RS swasta terkait percepatan pelaksanaan vaksinasi, Insya Allah target harian sebanyak 25 ribu tercapai,” jelasnya.

Sampai saat ini target vaksinasi secara keseluruhan kurang lebih 30 persen dari jumlah masyarakat di Kabupaten Malang.

“Jadi kalau kita merujuk target harian sebanyak 25 ribu vaksin kemungkinan akhir tahun ini target 70 persen bisa terpenuhi, itupun kalau ada kendala di lapangan segera teratasi,” bebernya.

Saat ini target percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang sudah naik dari 5 ribu naik 6 ribu dan satu minggu terakhir sudah mencapai 15 ribuan vaksin per hari.

“Mudah mudahan tidak lama lagi target 25 ribu vaksin tiap hari bisa tercapai dan Pemerintah Pusat bisa melihat percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang yang menunjukkan tren naik terus jadi alokasi vaksin di Kabupaten Malang terus di perbanyak,”

“Kami juga menghimbau vaksinator baik RS dan puskesmas untuk selalu input data vaksinasi harian di aplikasi Smile,” pungkas Arbani Mukti Wibowo.

Sebagai informasi, aplikasi SMILE (sistem monitoring imunisasi dan logistik elektronik) merupakan aplikasi pemantauan logistik rantai dingin vaksin Covid-19 dari tingkat provinsi hingga fasilitas layanan kesehatan akan terjamin untuk tiap tahapan vaksin yang akan datang.

Penulis: Bagus Yudistira

Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here