Hakim PN Madiun Tolak Gugatan Praperadilan Tersangka Erik PS

Suasana sidang gugatan Prapperadilan Tersangka Erik PS terhadap Polres Madiun kota di PN Madiun Kota.

Madiun Raya, PONTAS.ID – Perkara praperadilan terhadap Polres Madiun kota yang dilayangkan oleh tersangka kasus dugaan pengoplosan gas elpigi yang digerebek polisi pada 7 April 2021 lalu akhirnya ditolak oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun.

Permohonan Praperadilan yang dilayangkan oleh Erik Putra Sundawa melalui kuasa hukumnya yakni Kurniatin Fatimah SH MH tersebut awalnya mempersoalkan prosedur penangkapan, penggeledahan dan penyitaan barang bukti (bb) yang dianggap menyalahi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) .

Namun dalam sidang pembacaan amar putusan tersebut, hakim dalam pertimbangannya menyatakan menolak seluruh materi gugatan praperadilan yang dimohonkan oleh Pemohon .

Kurniatin Fatimah mengatakan awalnya dalam materi praperadilan tersebut menganggap bahwa proses penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap Kliennya jika mengacu pada Laporan Polisi (LP) model A, tidak ditemukan unsur sedang melakukan pengoplosan gas elpigi dari satu tabung ke tabung lainnya.

“Klien saya saat terjadi penggerebekan, dia tidak sedang berada dilokasi dan baru datang ke lokasi setelah polisi berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan saat penggerebekan, tidak ada aktivitas penyuntikan atau pengoplosan,” kata Kurniatin Fatimah kepada pontas.id di Madiun.

Ia menjelaskan, bahwa saat kliennya sudah di tkp, ia diminta oleh polisi untuk mempraktekkan cara memindah isi tabung satu ke tabung lainnya.

“Ia diminta untuk mempratekkan cara memindah isi tabung satu ke tabung lainnya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, pada saat penggeledahan dan penyitaan terhadap beberapa barang bukti seperti tabung, alat penyuntikan , laptop dan alat pengerek benda belum mengantongi Surat Ijin penggeledahan dan penyitaan dari Pengadilan.

“Fakta persidangan, terungkap bahwa surat ijin penggeledahan dan penyitaan baru diajukan polisi ke pengadilan tertanggal 8 april 2021 dan hasilnya baru keluar tanggal 14 april 2021,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa tersangka Erik putra sundawa ini hanyalah sebagai karyawan. Dan pemilik usaha adalah Ifan yang saat ini berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) .

“Putusan hakim tidak sesuai fakta dipersidangan, namun saya menghargai dan akan melakukan pembelaan dalam pokok perkara di sidang perkara pidana nanti,” pungkasnya.

 

Penulis  : Jhon/dhanny.
Editor     : Agus Dwi Cahyono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here