Covid-19 di DKI Naik, DPR Minta PPKM Ditingkatkan

Kurniasih Mufidayati
Kurniasih Mufidayati

Jakarta, PONTAS.ID – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terjadi peningkatan kasus aktif COVID-19 selama dua pekan terakhir. Kenaikan kasus aktif sebanyak 136 orang.

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati meminta Pemprov DKI Jakarta berserta stekholdernya agar meningkatkan kembali PPKM sudah dijalankan selama masa pandemi.

“Harus ada peningkatan PPKM,” tegas Kurniasih saat dihubungi, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya naik angka Covid-19 di Jakarta tidak terlepas banyaknya kerumunan massa ditimbulkan dari berbagai tempat mengakibatkan angkanya menjadi signifikan sehingga membuat dinkes DKI harus bekerja keras dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Pusat pusat keramaian sudah seperti nomal suasananya ini harus diantisipasi. Dan semoga tidak ada lagi lonjakan Covid-19,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pada 19 April, tercatat ada 6.884 kasus aktif. Sedangkan per 3 Mei, ada kenaikan kasus aktif menjadi 7.020 kasus.

“Semoga warga Jakarta tetap mematuhi 3M, termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Padahal, sebulan lalu, jumlah yang terpapar kasus positif kurang dari seribu dari jumlah saat ini. Kita ingin kolaborasi di setiap lapisan masyarakat harus solid, untuk menekan angka penyebaran ini,” kata Widyastuti, dalam keterangannya.

Meski demikian, Widyastuti menyebut kasus COVID-19 di Jakarta masih terkendali. Hal itu berpengaruh pada ketersediaan tempat tidur isolasi serta ICU yang masih memadai.

Catatan Dinkes pada 18 April, kapasitas tempat tidur isolasi berjumlah 7.087 unit dan terisi 2.691 atau 38 persen. Sedangkan per 3 Mei, jumlah tempat tidur 6.735 dan terisi 2.385 atau 35 persen.

“Untuk jumlah kapasitas ketersediaan ICU pada 18 April sebesar 1.056 dan terisi 500 pasien atau 47 persen, sedangkan pada 3 Mei jumlah kapasitas ICU ada 1.027 dan terisi 425 atau terisi 41 persen. Masing-masing ada penurunan 3 persen di tempat tidur isolasi dan 6 persen untuk ICU, sehingga bisa dialihkan untuk pasien non-COVID-19,” lanjutnya.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.947.986 orang (64,9%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 1.256.966 orang (41,9%).

Perinciannya, untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 127.813 orang (113,8%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 111.576 orang (99,4%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 576.362 orang (63,2%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 457.590 orang (50,2%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang. Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 1.243.811 orang (62,9%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 687.800 orang (34,8%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here