Wisata WBL Trenggalek, Ciptakan Lapangan Kerja Dan Perekonomian Warga

Salah satu sudut Wisata Banyu Lumut (WBL) di Desa Tegaren Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Trenggalek, PONTAS.ID – Kampung Tegaren merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kampung ini telah menjadikan embung desa sebagai lokasi wisata yang diberi nama Wisata Banyu Lumut (WBL) .

Lokasi WBL ini, berada dilahan milik Perhutani yang saat ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dibantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kepala Desa Tegaren, Heri Supriyanto mengatakan bahwa pihaknya sebagai pengelola WBL terus berbenah dengan menambah berbagai fasilitas, karena keberadaan wisata ini dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar.

“Semenjak ada obyek wisata embung Banyu Lumut ini, jumlah pengangguran berkurang. Apalagi dimusim corona, pihak pengelola mengutamakan warga sekitar untuk dipekerjakan di tempat wisata ini,” katanya kepada pontas.id via telepon selulernya, Senin (5/4/2021)

Menurutnya, Sebelum ada pandemi Covid-19, obyek wisata ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Dalam sepekan saja, pengunjung bisa mencapai ribuan orang.

“Obyek wisata Banyu Lumut ini jadi unggulan di desa kami,” ujarnya.

Di akuinya, bahwa pihaknya telah menyambut baik Surat Edaran (SE) Bupati Trenggalek tentang dibukanya kembali destinasi wisata ditengah pandemi ini dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

“Setelah Pemkab Trenggalek mengijinkan dibukanya destinasi wisata ditengah PPKM skala Mikro ini, embung Wisata Banyu Lumut mulai didatangi pengunjung meski jumlahnya masih minim, mungkin terlalu lama tempat wisata ditutup, jadi masyarakat belum tahu kalau sudah dibuka,” tukasnya.

Ia berharap kepada dinas terkait adanya bimbingan berkelanjutan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan wisata, karena pihaknya memang belum berpengalaman dalam hal pengelolaan pariwisata.

“Perkembangan obyek wisata secara tidak langsung dapat merubah pola pikir masyarakat. Masyarakat kian menyadari pentingnya pendidikan dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan hidupnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Wisata Banyu Lumut (WBL) yang berada di lereng-lereng pegunungan ini, sangat cocok untuk refreshing. Udaranya yang sejuk bisa mengembalikan pikiran agar tetap fresh setelah sibuk beraktifitas.

Bagi wisatawan, destinasi WBL ini relatif aman bagi wisatawan. Pengelola wisata secara disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebelum masuk ke destinasi wisata ini, mulai dari kendaraan sampai dengan pengunjung di cek melalui prokes yang ketat. Sebelum masuk, pengunjung di chek suhu tubuh dengan thermo gun dan diwajibkan cuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disediakan.

Selain itu, disekitar embung banyu lumut terdapat banyak gazebo yang unik dan apik serta banyak spot foto yang menarik dapat menambah kesan tersendiri bagi para penikmat wisata alam. (*)

 

Penulis : Ag/Saelan
Editor    : Fauzi/Agus DC.

Previous articleLangkah Penyelamatan Korban Bencana Alam NTT Harus Segera Dilakukan
Next articleAtur Ulang Distribusi Pupuk, Kementan Usulkan 3 Hal Ini