BPOM Harus Jelaskan Protokol Prosedur Izin Vaksin Masuk ke Indonesia

Ilustrasi Vaksin Corona
Ilustrasi Vaksin Corona

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) menjelaskan kepada masyarakat mengenai protokol atau standar uji klinis dan pemberian izin vaksin di Indonesia, baik vaksin dari dalam maupun dari luar negeri, sehingga keduanya memiliki prosedur pemberian izin dan tahapan uji klinis yang sama sebelum akhirnya diizinkan untuk digunakan di Indonesia.

“BPOM menyatakan uji klinis I Vaksin Nusantara tidak memenuhi kaidah klinis dalam proses penelitian dan pengembangan vaksin, sehingga izin uji klinis II vaksin Nusantara tidak diizinkan, BPOM harus menginformasikan kepada tim uji klinis Vaksin Nusantara terhadap persyaratan dan prosedur  yang  harus dipenuhi, agar uji klinis yang dilakukan tim vaksin nusantara memenuhi kaidah klinis dalam proses penelitian dan pengembangan suatu vaksin,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (13/3/2021).

Politisi Golkar itu mendorong Pemerintah dan BPOM untuk terus mendukung penelitian dan pengembangan vaksin maupun obat-obatan buatan dalam negeri sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19, sehingga Indonesia dapat lebih mandiri di bidang farmasi.

“Langkah ini merupakan upaya agar kita tidak bergantung pada vaksin ataupun obat-obatan impor, serta untuk percepatan akses ketersediaan vaksin dari dalam negeri,” ujarnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik

Previous articleMPR: Pancasila Terkandung Nilai-nilai Ajaran Islam Sangat Kuat
Next articleAgama Tidak Boleh Dipisahkan dari Negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here