7 Bank Kecil Berisiko Gagal Bayar

Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta, PONTAS.ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan, sejumlah bank kecil mengalami tekanan akibat terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan assessment LPS, terdapat 6-7 bank yang masuk kategori gagal bayar.

“Kami memonitor terus perkembangan yang terjadi, memang sudah ada bank-bank kecil yang masuk ke LPS, mungkin mendekati 6-7 bank kecil,” kata Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, Rabu (28/10/2020).

Meski gagal bayar, Purbaya mengatakan, kondisi sejumlah bank tersebut belum berada pada level membahayakan atau masih dalam batas normal. Menurut Purbaya, tren bank gagal bayar pada tahun ini masih sama dengan tahun lalu.

Dalam satu tahun, Purbaya menjelaskan, biasanya LPS juga menerima setidaknya 6-7 bank yang gagal bayar. Ke depan, LPS akan terus mewaspadai kemungkinan adanya bank yang gagal bayar.

Secara umum, Purbaya menilai, industri perbankan mengalami perbaikan kinerja baik dari sisi kualitas maupun aset. Dana pihak ketiga (DPK) yang tadinya banyak masuk ke bank besar kini sudah mulai kembali masuk ke bank kecil.

“Sekarang bank BUKU I pun keadaannya dari sisi DPK sudah lebih baik dibandingkan keadaan diawal tahun,” tutur Purbaya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak negatif dari tekanan Covid-19 terhadap likuiditas bank sudah mulai hilang. Menurut Purbaya, hal tersebut tidak lepas dari kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan oleh Kementerian Keuangan maupun Bank Indonesia.

“Dari sini kita lihat bahwa sistem finansial sudah menjadi lebih stabil karena respons kebijakan yang baik dari sisi fiskal maupun moneter,” pungkasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here