Dorong Inovasi, Kadisdik Sergai Lanjutkan Monev Sekolah

?????????

Sergai, PONTAS.ID – Jumlah murid sekolah dasar di daerah pesisir lebih banyak dari sekolah yang berada di kawasan pegunungan atau dataran tinggi yang terdapat di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Hal ini terungkap saat tim monitor dan evaluasi (Monev) Dinas Pendidikan (Disdik) Sergai berkunjung ke SD Negeri 106220, Dusun Pegatalan, SD Negeri 106217 Amaliun dan SD Negeri 106207 Bunga Tanjung yang ketiganya berada di Kecamatan Tanjung Beringin, pada Selasa (24/6/2020).

Di antara ketiga sekolah tersebut, SDN 106220 Pegatalan yang paling sedikit jumlah muridnya yakni sebanyak 65 orang karena di daerah itu hanya terdapat 125 kepala keluarga.

Sementara, SDN 106207 Bunga Tanjung memiliki 190 siswa dengan tenaga pengajar 4 ASN dan 7 tenaga honor, “Termasuk guru agama Islam dan agama Kristen,” kata Kepala Sekolah, Aminah.

Demikian halnya dengan SDN 106217 Amaliun yang berada satu halaman dengan SDN Bunga Tanjung, saat ini memiliki 501 siswa, “Bahkan awal tahun lalu mencapai 600 siswa dengan tenaga pengajar 7 ASN dan 10 tenaga honor,” jelas Kepala Sekolah, Mahdar Suryani.

Dari sisi usia, SDN Bunga Tanjung berdiri pada tahun 1981, limat tahun sebelum SDN Amaliun berdiri. “Saat itu oleh Pemkab Deli Serdang ada jatah untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB).Karena tidak ada lahan untuk sekolah, maka dibangun di samping SDN Bunga Tanjung,” jelas salah seorang guru.

Sementara itu, Kadisdik Sergai, Joni Walker Manik dalam arahannya meminta Kepala Sekolah SDN Pegatalan, Susi Siregar segera membenahi sekolah tersebut.

“Bangunan yang sudah rusak seperti perumahan guru,bisa dibongkar dan suratnya diajukan ke dinas dan konsultasi ke Kabid SD. Harus dibuat Berita Acaranya,agar ada pertanggung jawaban sebab itu aset negara dan sudah jelas aturannya,” tegas Joni.

Joni menambahkan, pengawas sekolah merupakan garda terdepan dalam memajukan sekolah dan pendidikan, bukan sebagai atasan dari Kepala Sekolah.

“Banyak program Disdik Sergai yang sudah kita laksanakan, mulai Literasi, PPK, Gerappah dan GCL. Untuk itu, teruslah berinovasi karena Kepala Sekolah adalah top manejer dan orang yang bertanggung jawab maju dan mundurnya sekolah tersebut,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Korwil Pendidikan Kec. Tanjung Beringin, Enchi Siregar mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 hanya mendapatkan gelar 1 inovasi saja. Dan pada tahun 2019 dari Kecamatan Tanjung Beringin berhasil menyabet 6 penghargaan.

“Kami di Tanjung Beringin terus menerapkan program Green, Clean and Life (GCL) secara berkesinambungan agar mampu menyongsong new normal yang digaungkan oleh pemerintah,” kata Enchi.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Disdik Batara Harahap, Ketua Dewan Pendidikan,Agus Marwan, Sekretaris DP Firman Kursin, Kabid SD Sugianto, Kabid SMP Sujarwo, Kabid PTK Pujiono dan Ustadz Samin Pane yang kebetulan hadir.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleDPR Kritik Kerjasama Kemendikbud dengan Netflix
Next articleMangkir Rapid Test, Pedagang Pasar Jembatan Besi Tak Boleh Jualan