Serikat Pekerja Dukung PLN Renegosiasi Kontrak Penjualan Listrik

Jakarta, PONTAS.ID – Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero) menyarankan manajemen perusahaan listrik negara mengevaluasi proyek strategis sektor kelistrikan dan merenegosiasi kontrak jual-beli listrik pembangkit swasta. Hal ini untuk menjamin kebutuhan listrik di seluruh wilayah dan menjaga arus kas PLN.

Ketua Umum SP PLN, M Abrar Ali, mengaku mendukung penuh kebijakan manajemen dalam upaya merenegosiasi kontrak jual-beli listrik swasta. Pasalnya, hal tersebut sesuai dengan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan direksi PLN pada 22 April 2020.

“Rekomendasi Komisi VII DPR RI meminta kepada Direktur Utama PLN untuk mengkaji dan review kembali proyek strategis di sektor kelistrikan dan melakukan renegosiasi kontrak pembangkit listrik apabila diperlukan,” kata Abrar, dalam pernyataannya, Jumat (22/5/2020).

Abrar menuturkan, di tengah pandemi Corona, PLN tetap berkomitmen memberikan listrik gratis untuk daya R1 450 Volt Amper (VA) dan diskon 50 persen untuk daya R1 900 VA sejak April hingga Juni 2020, bahkan untuk daya 450 VA Tarif B1 dan I1 akan diperpanjang hingga bulan Oktober 2020.

Pemberian insentif tersebut tentu harus didukung dengan likuiditas Keuangan PLN yang kuat, sehingga tidak membebani pembiayaan operasional PLN dalam menjaga pasokan tenaga listrik secara berkesinambungan.

Menurutnya, salah satu upaya untuk menjaga likuditas keuangan PLN adalah dengan renegosiasi kontrak pembangkit swasta, cara ini dinilai akan meringankan beban perusahaan.

“Serikat pekerja PLN akan terus berjuang untuk mendorong dan mendukung terus segala upaya yang akan dilakukan oleh Direksi PT PLN (Persero) guna melakukan Renegosiasi Kontrak IPP (Independence Power Producer),” tutupnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here